Internasional

Kuba Tegaskan Sistem Politik Tak Bisa Dinegosiasikan dengan AS

Raka Pratama Raka Pratama 22 Mar 2026 20:35 61 Views
Bendera Negara Kuba

Bendera Negara Kuba

JAVASCORNER.CO.ID, HAVANA - Pemerintah Kuba secara tegas menolak menjadikan sistem politik dan masa jabatan presiden sebagai bahan negosiasi dengan Amerika Serikat. Pernyataan ini disampaikan Wakil Menteri Luar Negeri Carlos Fernandez de Cossio menyusul laporan media AS tentang rencana Washington menggulingkan Presiden Miguel Diaz-Canel.

Latar Belakang Ketegangan

Ketegangan antara Kuba dan Amerika Serikat kembali memanas di awal tahun 2026. Media AS melaporkan pemerintahan Presiden Donald Trump sedang menyiapkan skema kesepakatan ekonomi dengan Havana.

Rencana tersebut mencakup pelonggaran pembatasan perdagangan dengan imbalan tertentu. Salah satu opsi yang beredar adalah mendorong Presiden Diaz-Canel mundur sebelum masa jabatannya berakhir.

Konteks Ekonomi yang Menekan

Kuba mengakui telah membuka jalur pembicaraan dengan pemerintah AS. Langkah ini diambil di tengah tekanan ekonomi yang semakin berat.

Blokade minyak yang diberlakukan Washington memperdalam krisis di negara berhaluan komunis tersebut. Krisis energi dan keterbatasan pasokan bahan pokok menjadi tantangan sehari-hari.

Pernyataan Resmi Pemerintah Kuba

Wakil Menteri Luar Negeri Carlos Fernandez de Cossio menyampaikan sikap resmi pemerintah dalam konferensi pers Minggu (22/3/2026). Ia menegaskan posisi yang tidak bisa ditawar.

"Sistem politik Kuba tidak dapat dinegosiasikan. Presiden maupun posisi pejabat mana pun di Kuba tidak dapat dinegosiasikan dengan Amerika Serikat," kata de Cossio seperti dikutip dari Reuters.

Prinsip Kedaulatan Nasional

De Cossio menekankan bahwa kepemimpinan nasional sepenuhnya berada di bawah kedaulatan negara. Menurutnya, hal ini merupakan hak prerogatif bangsa Kuba yang tidak bisa diintervensi pihak asing.

Pernyataan ini sekaligus menegaskan komitmen Havana pada sistem politik yang telah berjalan puluhan tahun. Kuba tetap mempertahankan model pemerintahan satu partai dengan Partai Komunis sebagai pengarah utama.

Skenario yang Disiapkan AS

Laporan media AS mengungkapkan rencana Washington terhadap Kuba menyerupai pendekatan di Venezuela. Dalam kasus Venezuela, AS tidak membentuk pemerintahan oposisi baru.

Sebaliknya, Washington bekerja sama dengan pemimpin sementara setelah Presiden Nicolas Maduro digulingkan. Pola serupa diduga akan diterapkan di Kuba dengan penyesuaian konteks lokal.

Perbedaan Struktur Kekuasaan

Analis politik mencatat perbedaan signifikan dalam struktur kekuasaan Kuba saat ini. Dibanding era Fidel Castro, otoritas tidak lagi terpusat pada satu figur.

Kekuasaan tersebar di antara elite Partai Komunis, pejabat pemerintah, dan militer. Presiden Diaz-Canel memimpin dalam sistem yang lebih kolektif dibanding pendahulunya.

Peran Militer yang Kuat

Angkatan Bersenjata Revolusioner Kuba tetap menjadi pilar penting dalam struktur negara. Militer tidak hanya bertugas di bidang pertahanan tetapi juga terlibat dalam ekonomi dan pemerintahan.

Keterlibatan ini membuat perubahan politik di Havana membutuhkan pendekatan yang lebih kompleks. Faktor militer menjadi pertimbangan utama dalam setiap perkembangan politik.

Respons Tegas dari Havana

Presiden Miguel Diaz-Canel memberikan respons yang lebih tegas dibanding pernyataan diplomatik de Cossio. Melalui media sosial, ia memperingatkan kemungkinan agresi dari Amerika Serikat.

"Setiap agresor eksternal akan menghadapi perlawanan yang tidak dapat ditembus," tulis Diaz-Canel. Pernyataan ini mencerminkan kesiapan Havana menghadapi berbagai skenario konfrontasi.

Kesiapan Pertahanan Nasional

Kuba memiliki sejarah panjang dalam menghadapi tekanan dari Washington. Negara ini mengembangkan doktrin pertahanan yang mengandalkan mobilisasi massa dan strategi asimetris.

Latihan militer rutin melibatkan warga sipil sebagai bagian dari sistem pertahanan teritorial. Pendekatan ini dirancang untuk menghadapi kemungkinan invasi atau intervensi asing.

Isu Kompleks yang Belum Terselesaikan

De Cossio mengakui adanya sejumlah isu yang bisa dibahas dalam dialog bilateral. Hubungan perdagangan yang terhambat embargo ekonomi AS menjadi agenda utama.

Namun, ia tidak mengungkap detail lokasi maupun waktu pembicaraan tersebut. Transparansi terbatas ini mencerminkan sensitivitas negosiasi antara kedua negara.

Klaim Kompensasi yang Berlarut

Kuba dan Amerika Serikat memiliki klaim kompensasi yang belum terselesaikan selama puluhan tahun. Havana menuntut ganti rugi atas dampak embargo ekonomi yang berlangsung sejak 1960.

Di sisi lain, ribuan warga AS mengajukan klaim atas aset mereka yang dinasionalisasi setelah revolusi 1959. Nilai klaim dari kedua pihak mencapai miliaran dolar.

Tantangan dalam Perundingan

De Cossio menyebut isu kompensasi sebagai masalah kompleks yang membutuhkan kesabaran. "Ini adalah isu yang kompleks, tetapi bisa dibahas melalui dialog," ujarnya.

Pernyataan ini menunjukkan kesediaan Havana untuk bernegosiasi pada aspek tertentu. Namun, batasan tetap jelas: sistem politik dan kepemimpinan tidak bisa ditawar.

Ketegangan antara Kuba dan Amerika Serikat memasuki babak baru dengan dinamika yang lebih kompleks. Havana menunjukkan keteguhan prinsip sambil membuka ruang dialog terbatas. Perkembangan hubungan kedua negara akan terus dipantau sebagai indikator stabilitas politik regional Amerika Latin.

Raka Pratama

// Verified Author

Raka Pratama

Staff Redaksi

Meliput berita harian dan pembaruan industri IT di Indonesia.

▸ TAG TOPIK

#Kuba #Amerika Serikat #politik internasional #hubungan bilateral #embargo

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

5 Cara Terpercaya Hasilkan Uang dari Internet di 2026, Modal Kecil

Thumbnail

Cara Rehabilitasi Narkoba di BNN: Gratis, Rahasia, dan Lengkap

Thumbnail

Darurat Narkoba: 50 Orang Meninggal Setiap Hari, BNN Rilis Data Terbaru

Thumbnail

Panduan Jual Akun Last Fortress: Underground Agar Laku Mahal

Thumbnail

Pramono Anung Minta Sopir Alphard Cekcok dengan Satpam Bundaran HI Diberi Sanksi

Thumbnail

Kakek di Wajo Ngamuk dan Ludahi Kasir Ayam Goreng Gegara Ditanya 'Ada Uang?'

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner