JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke Prancis pada akhir Mei 2026 membuahkan pembentukan France–Indonesia High Level Business Council atau Dewan Bisnis Tingkat Tinggi Prancis-Indonesia. Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani menyatakan bahwa dewan ini merupakan langkah strategis untuk memperkuat hubungan ekonomi kedua negara sekaligus mempercepat realisasi investasi dan perdagangan.
- Latar Belakang Pembentukan Dewan Bisnis
- Empat Kesepakatan Komersial Baru
- Target Perdagangan hingga 2035
Latar Belakang Pembentukan Dewan Bisnis
Rosan menjelaskan bahwa forum ini menjadi tonggak penting dalam kemitraan ekonomi Indonesia-Prancis. "Forum ini tidak hanya menjadi wadah dialog antara pelaku usaha, tetapi juga menjadi mesin penggerak untuk mendorong investasi, perdagangan, dan kerja sama strategis yang memberikan manfaat nyata bagi kedua negara," ujarnya dalam keterangan Sekretariat Presiden, Jumat (29/5/2026).
Dewan bisnis ini mempertemukan 30 pimpinan industri dan perusahaan terkemuka dari Indonesia dan Prancis. Total kapitalisasi pasar gabungan mereka mencapai 1,3 triliun dollar AS. Dipimpin bersama oleh Chair France–Indonesia Business Council MEDEF International sekaligus CEO Danone Antoine de Saint-Affrique dan Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri RI Anindya Bakrie.
Empat Kesepakatan Komersial Baru
Peluncuran dewan bisnis ini menghasilkan empat kesepakatan komersial baru senilai 3,5 miliar dollar AS. Kesepakatan tersebut difokuskan pada sektor ketahanan energi, perdagangan, dan kerja sama pertahanan.
Rosan menambahkan, "Kepercayaan dunia usaha Prancis terhadap Indonesia terus meningkat. Kesepakatan yang tercapai menunjukkan bahwa Indonesia dipandang sebagai mitra strategis yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang dan iklim investasi yang semakin kompetitif."
Sebelumnya, saat Presiden Prancis Emmanuel Macron berkunjung ke Indonesia pada Mei 2025, tercatat 27 nota kesepahaman (MoU) ditandatangani dengan nilai lebih dari 11 miliar dollar AS.
Target Perdagangan hingga 2035
Dewan Bisnis Indonesia–Prancis menargetkan peningkatan total perdagangan kedua negara hingga tiga kali lipat pada tahun 2035. Dengan dukungan penuh pemerintah, Kadin Indonesia dan MEDEF International akan terus memperkuat koridor ekonomi bilateral.
"Kami optimistis hubungan ekonomi Indonesia dan Prancis akan semakin kuat. Kolaborasi pemerintah dan dunia usaha menjadi kunci untuk menciptakan pertumbuhan yang berkelanjutan, membuka lapangan kerja, dan memperkuat daya saing kedua negara di tengah dinamika ekonomi global," tutup Rosan.