JAVASCORNER.CO.ID, BEIJING - Kunjungan Presiden Amerika Serikat Donald Trump ke China akhir bulan ini hanya akan berlangsung di Beijing. Sumber terpercaya mengungkapkan, pembatasan ini disebabkan jadwal yang sangat ketat dan pertimbangan keamanan tinggi.
Alasan Pembatasan
Trump tidak akan mengunjungi kota lain di luar Beijing selama kunjungannya ke China. Sumber yang mengetahui persiapan kunjungan menyebutkan, jadwal presiden AS terlalu padat untuk menambah destinasi lain.
"Sayangnya, jadwalnya sangat ketat. Tidak ada ruang untuk menyelipkan kunjungan ke kota kedua," ujar salah satu sumber yang enggan disebutkan namanya.
Pertimbangan keamanan juga menjadi faktor penting. Situasi geopolitik global, khususnya di Timur Tengah, membuat penyelenggara harus ekstra hati-hati dalam pengaturan keamanan.
Persiapan Terakhir
Tim pendahulu AS telah tiba di Beijing awal Maret. Persiapan untuk pertemuan tingkat tinggi ini memasuki tahap final, menurut beberapa sumber yang diwawancarai.
Sumber-sumber tersebut meminta anonimitas karena sensitivitas materi pembahasan. Mereka menegaskan, semua persiapan berjalan sesuai rencana meski dengan pembatasan lokasi.
Rencana Awal
Pemerintah China sempat mempertimbangkan format kunjungan yang lebih luas. Rencana awal mengusulkan Trump mengunjungi Beijing kemudian melanjutkan ke Shanghai.
Format serupa pernah diterapkan untuk kunjungan perdana menteri Inggris dan Kanada. Namun rencana ini akhirnya tidak bisa diwujudkan karena kendala teknis.
Konteks Global
Kunjungan ini akan menjadi yang pertama bagi Trump ke China sejak 2017. Saat itu, dia bertemu Presiden Xi Jinping di Kota Terlarang Beijing pada 8 November.
Pertemuan 2026 ini terjadi dalam konteks hubungan AS-China yang kompleks. Isu-isu perdagangan, keamanan regional, dan kompetisi teknologi diperkirakan akan menjadi agenda utama.
Kunjungan terbatas ini tetap diharapkan bisa membuka dialog konstruktif antara dua kekuatan besar dunia. Para pengamat menanti hasil konkret dari pertemuan yang dijadwalkan akhir Maret ini.