Lagu religi LaLa Raya dari penyanyi Malaysia AGY viral di media sosial namun memicu kontroversi hingga sempat di-takedown dari platform streaming. Popularitas lagu ini justru dipicu oleh diskursus yang berkembang di kalangan warganet.
Setelah dirilis pada 27 Februari, lagu LaLa Raya langsung menjadi perbincangan hangat. Namun, kontroversi yang menyertainya membuat lagu ini mendapatkan lebih banyak dislikes daripada likes di beberapa platform.
- Kontroversi Inspirasi Lukisan The Last Supper
- Klarifikasi dan Permohonan Maaf AGY
- LaLa Raya Kembali Tayang di Platform Streaming
Kontroversi Inspirasi Lukisan The Last Supper
Berdasarkan penelusuran, lagu LaLa Raya diduga di-takedown karena adegan dalam video musiknya yang terinspirasi dari lukisan terkenal, The Last Supper. Lukisan karya Leonardo da Vinci ini menggambarkan momen ketika Yesus mengumumkan adanya pengkhianatan di antara dua belas rasul.
Perdebatan muncul karena adanya elemen dua agama berbeda yang ditampilkan dalam video musik LaLa Raya. Kontroversi ini kemudian memicu beragam reaksi dari warganet di berbagai platform media sosial.
Lukisan Bersejarah yang Menjadi Sorotan
The Last Supper merupakan karya maestro asal Italia yang dibuat sekitar tahun 1495-1498. Lukisan asli saat ini berada di Santa Maria delle Grazie, tepatnya di ruang makan kompleks biara tersebut di Italia.
Penggunaan inspirasi dari karya seni bersejarah ini dalam konteks musik religi Idul Fitri menimbulkan pro dan kontra di kalangan masyarakat.
Klarifikasi dan Permohonan Maaf AGY
Setelah ramai diperbincangkan, AGY menyampaikan klarifikasi sekaligus permohonan maaf melalui akun Instagram resminya @agy.official. Dalam konferensi pers bersama tim label, AGY tampil mengenakan busana khas Malaysia dan peci hitam.
Penyanyi asal Malaysia ini menyatakan tidak ada niatan untuk menghina atau menyentuh sensitivitas agama manapun. AGY secara terbuka memohon maaf atas kekhilafan yang terjadi dalam pembuatan video musik LaLa Raya.
Pernyataan Resmi dari AGY
"Dengan rasa rendah diri dan ikhlas hati, penjelasan dan segala tindakan pun telah diambil. Tiada terlintas di pikiran atau terniat di hati untuk menghina, mencetuskan kemarahan, atau menyentuh sensitivitas," tulis AGY dalam pernyataannya.
AGY khususnya memohon maaf kepada masyarakat yang beragama Kristen atas ketidaktepatan yang terjadi dalam video musik LaLa Raya.
LaLa Raya Kembali Tayang di Platform Streaming
Pada Senin (2/3/2026), lagu LaLa Raya sudah kembali dapat didengarkan di Spotify. Video musiknya juga kembali tayang di kanal YouTube resmi milik AGY, yakni agy channel dan Map Music setelah sempat menghilang dari peredaran.
Kepulangan lagu ini ke platform streaming terjadi setelah klarifikasi dan permohonan maaf dari AGY. Meski sempat kontroversial, LaLa Raya tetap menjadi salah satu lagu religi yang banyak diperbincangkan selama Ramadan.
Respons Warganet Setelah Kembali Tayang
Setelah kembali tayang, warganet menunjukkan beragam respons terhadap lagu LaLa Raya. Beberapa mendukung permohonan maaf AGY, sementara lainnya masih merasa video musik tersebut kurang tepat.
Popularitas lagu LaLa Raya AGY menunjukkan bagaimana konten musik religi bisa viral namun juga rentan terhadap kontroversi di era digital saat ini.