JAVASCORNER.CO.ID, BANDUNG - Pemadaman listrik bergilir yang melanda sejumlah wilayah Bandung dalam beberapa pekan terakhir memicu lonjakan permintaan genset. Tidak hanya sektor industri dan perkantoran, kini pelaku usaha kecil, pemilik ruko, hingga rumah tangga mulai memburu perangkat ini sebagai sumber listrik cadangan.
Lonjakan Permintaan Genset
Peningkatan permintaan genset dirasakan langsung oleh sejumlah pelaku usaha di Kota Bandung. Salah satu toko genset di kawasan Jalan Mohammad Toha mencatat kenaikan penjualan yang signifikan dalam dua bulan terakhir. Dalam kondisi tertentu, penjualan bahkan mampu mencapai puluhan unit dalam satu hari.
Fenomena ini menunjukkan perubahan pola konsumsi masyarakat. Jika sebelumnya genset identik dengan kebutuhan industri besar, kini perangkat tersebut mulai dianggap sebagai barang esensial bagi rumah tangga dan usaha mikro.
Faktor Pemicu
Pemadaman listrik yang berulang menjadi faktor utama di balik lonjakan ini. Ketidakpastian pasokan listrik dari PLN mendorong masyarakat mencari alternatif agar aktivitas sehari-hari tidak terganggu. Terutama bagi mereka yang menggantungkan pendapatan dari usaha seperti warung makan, laundry, atau bengkel.
Selain itu, cuaca ekstrem dan beban listrik yang tinggi turut memperparah frekuensi pemadaman. Hal ini membuat genset bukan lagi sekadar pilihan, melainkan kebutuhan.
Dampak pada Bisnis Genset
Para pedagang genset di Bandung mengaku kewalahan memenuhi permintaan. Stok genset ukuran kecil hingga menengah kerap habis dalam waktu singkat. Untuk kebutuhan skala besar seperti pabrik, unit genset berkapasitas tinggi biasanya didatangkan langsung dari kantor pusat penyedia.
Harga genset pun mengalami kenaikan rata-rata 10-15 persen akibat tingginya permintaan. Meski demikian, konsumen tetap membelinya karena dianggap lebih murah dibandingkan kerugian akibat listrik padam.
Data Penjualan Genset
Berikut data penjualan genset dari salah satu toko di Bandung selama dua bulan terakhir:
| Bulan | Unit Terjual | Rata-rata Harga (Rp) |
|---|---|---|
| April 2026 | 45 | 5.000.000 |
| Mei 2026 | 82 | 5.500.000 |
Total penjualan dalam dua bulan mencapai 127 unit. Lonjakan terjadi pada Mei 2026 dengan kenaikan hampir dua kali lipat dibanding bulan sebelumnya. Harga rata-rata juga naik sekitar 10 persen.
Kondisi ini diperkirakan masih akan berlanjut selama pemadaman listrik belum teratasi secara permanen. Masyarakat pun diimbau untuk bijak dalam memilih genset sesuai kebutuhan dan anggaran.