Polemik seputar anggaran program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tengah berjalan masif mendapat sorotan dan dukungan strategis dari Pimpinan Pusat Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (PP Hima Persis). Organisasi mahasiswa ini menilai program unggulan pemerintah tersebut bukan sekadar proyek sosial biasa, melainkan sebuah investasi peradaban jangka panjang.
Ketua Umum PP Hima Persis, Sholahudin Hasan, dengan tegas menyatakan bahwa perdebatan mengenai besarnya biaya yang dikeluarkan negara harus dilihat dari perspektif yang lebih luas. Menurutnya, negara saat ini sedang menanam modal pada kualitas biologis dan kognitif generasi penerus bangsa. Ia mengingatkan bahwa kecerdasan dan literasi tidak akan bisa tumbuh optimal jika anak-anak masih bergelut dengan rasa lapar.
“Kita harus jernih melihat bahwa Makan Bergizi Gratis adalah sebuah investasi peradaban. Literasi dan kecerdasan tidak akan mungkin tumbuh maksimal di atas perut yang lapar. Memastikan setiap anak mendapatkan asupan protein yang cukup adalah langkah paling konkret negara dalam memutus rantai kemiskinan dan stunting secara struktural,” ujar Sholahudin di Jakarta, Selasa (24/2/2026).
Menanggapi kritik yang menyebut program ini sebagai beban fiskal APBN, Sholahudin memberikan sudut pandang berbeda. Ia menilai biaya yang dikeluarkan hari ini jauh lebih kecil jika dibandingkan dengan beban yang harus ditanggung negara di masa depan. Beban itu bisa berupa rendahnya produktivitas tenaga kerja dan tingginya biaya kesehatan akibat generasi yang mengalami malnutrisi saat ini. Ia menekankan pendekatan ini justru bersifat preventif, di mana anak-anak yang sehat akan menjadi tenaga kerja kompetitif dan penggerak ekonomi bangsa di masa mendatang.
Lebih jauh, Sholahudin menyoroti dampak ekonomi kerakyatan atau multiplier effect yang sudah mulai terasa di tingkat bawah. Ia mencatat, keterlibatan para petani, peternak, dan pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) lokal dalam rantai pasok program MBG telah menghidupkan kembali ekosistem ekonomi di desa-desa. Uang negara, menurutnya, kini mengalir langsung ke kandang-kandang ayam milik peternak lokal dan sawah-sawah para petani.
“Dengan begitu, ekonomi tidak lagi hanya berputar di kota-kota besar, melainkan mendistribusikan kesejahteraan hingga ke pelosok,” tegasnya.
Meskipun memberikan dukungan penuh terhadap keberlanjutan program, PP Hima Persis tetap berkomitmen untuk menjalankan fungsi kontrol sosial. Sholahudin mengingatkan pemerintah agar terus menjaga transparansi dan kualitas distribusi di lapangan. Hal ini penting untuk memastikan tidak ada celah bagi penyimpangan yang dapat merusak tujuan mulia dari program investasi peradaban ini.