Javas Corner - Warga di pesisir Pantai Cinangka, Kabupaten Serang, Banten, masih merasakan getaran dan suara gemuruh dari Gunung Anak Krakatau pada Sabtu (5/9/2026) malam. Namun, suara gemuruh dan getaran tidak terasa terus-menerus seperti pada Jumat (4/9/2026) malam hingga Sabtu pagi. "Sampai jam 18.30 WIB ini, masih terasa sesekali ada getaran, kaca jendela masih bergetar. Tapi, tidak kencang seperti pagi tadi," kata salah satu warga Kampung Ciparay, Desa Cinangka, Asih Kurnaesih (46).
Asih mengaku dari kampungnya juga terdengar suara gemuruh yang berasal dari aktivitas vulkanik Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda meski kecil. Namun, berdasarkan informasi dari rekannya di Desa Pasauran, Kecamatan Cinangka, suara gemuruh dan dentuman terdengar jelas. "Ini masih terdengar gemuruh, tapi dari Pasauran kedengeran dan terlihat apinya," ujar Asih. Warga lainnya, Zidhan Ramadhan (24), yang bekerja di salah satu hotel di Kecamatan Cinangka, mengaku sejak pukul 16.00 WIB hingga malam ini terdengar suara dentuman lagi.
Selain suara dentuman, kondisi langit pun gelap seperti ada kabut dan diduga itu abu vulkanik yang sudah masuk pesisir Banten. Berdasarkan pengamatan Zidhan, tamu hotel di tempat dia bekerja ada yang panik, namun ada juga yang tetap melanjutkan aktivitas liburan. Sebelumnya, petugas Pos Pengamatan GAK Pasauran, Serang, Muhammad Dika, mengatakan suara dentuman yang terdengar hingga pesisir Anyer hingga Labuan terjadi karena adanya gelombang dari hasil erupsi Gunung Anak Krakatau yang merambat ke udara. "Jadi, bukan dari dentuman gempa bumi atau gerakan tanah, namun dentuman rambatan udara yang berasal dari letusan Gunung Anak Krakatau yang terasa di pesisir Pantai Banten," kata Dika.
Tags:
#GunungAnakKrakatau #Erupsi #Dentuman #Getaran #Serang #Banten #AbuVulkanik #Waspada #BPBD #BeritaDaerah