Internasional

Mediator Gaza Punya Kerangka Rekonstruksi, Tapi Hamas Harus Lepas Senjata

Elvan Rizki Elvan Rizki 21 Mar 2026 13:40 43 Views
Nickolay Mladenov, perwakilan tinggi Board of Peace, berbicara di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, 22 Januari 2026.

Nickolay Mladenov, perwakilan tinggi Board of Peace, berbicara di Forum Ekonomi Dunia di Davos, Swiss, 22 Januari 2026.

JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Nickolay Mladenov, diplomat senior yang memimpin implementasi rencana pascaperang Gaza, mengumumkan negara-negara mediator gencatan senjata telah menyepakati "kerangka" rekonstruksi Jalur Gaza. Namun, mantan utusan PBB itu menegaskan Hamas harus melepaskan seluruh persenjataan sebagai syarat mutlak.

Dalam pernyataan melalui platform X, Mladenov menyebut Amerika Serikat, Qatar, dan Mesir telah mencapai kesepakatan yang dapat "membuka kunci rekonstruksi, menghidupkan kembali komunitas, dan mendekatkan pada penyelesaian damai konflik Palestina."

Kerangka Rekonstruksi Gaza

Mladenov, yang menjabat sebagai Perwakilan Tinggi untuk Gaza di Dewan Perdamaian Presiden AS Donald Trump, menyampaikan pengumuman ini pada Kamis (20/3/2026). Kerangka kerja tersebut dirancang untuk membangun kembali Gaza setelah dua tahun konflik yang dipicu serangan Hamas 7 Oktober 2023.

"Kerangka ini sekarang ada di meja," tulis Mladenov. "Ini bisa menjadi dasar untuk membangun kembali Gaza yang hancur."

Peran Negara Mediator

Tiga negara mediator - AS, Qatar, dan Egypt - telah berperan kunci dalam negosiasi gencatan senjata. Mereka kini mengoordinasikan tahap rekonstruksi.

Seorang pejabat senior AS mengonfirmasi kepada NPR bahwa proposal formal telah disampaikan kepada Hamas di Kairo pekan lalu. Kelompok itu diminta memberikan respons dalam waktu sekitar satu minggu.

Syarat Keras untuk Hamas

Mladenov menegaskan eksekusi kerangka rekonstruksi membutuhkan "satu pilihan jelas: dekomisioning penuh oleh Hamas dan setiap kelompok bersenjata, tanpa pengecualian."

Persyaratan ini menjadi titik kritis dalam proses perdamaian. Hamas masih menguasai separuh wilayah Gaza meski perang telah berlangsung dua tahun.

Dekomisioning Senjata

Proses dekomisioning mencakup:

  1. Penyerahan seluruh persenjataan berat dan ringan
  2. Pembubaran struktur militer Hamas
  3. Integrasi mantan pejuang ke masyarakat sipil
  4. Pemantauan internasional terhadap proses pelucutan senjata

Respons dan Kondisi Terkini

Sejauh ini, Hamas belum memberikan respons resmi terhadap proposal mediator. Seorang pejabat Hamas menyatakan kelompok itu akan menunggu hasil perang AS-Israel melawan rezim Iran sebelum merespons.

Iran selama ini menjadi pendukung utama Hamas dan sekutunya di wilayah tersebut.

Penguatan Kontrol Hamas

Optimisme Mladenov muncul di tengah penguatan kontrol Hamas di Gaza. Pasukan keamanan Hamas meningkatkan pengawasan mereka dalam beberapa pekan terakhir.

Warga Gaza yang diwawancarai The Times of Israel melaporkan Hamas kini:

  • Menegakkan kontrol harga pasar
  • Mengelola distribusi barang dari luar Gaza
  • Mengintimidasi warga yang sebelumnya berani berbicara ke media internasional

Banyak warga yang kini meminta anonimitas karena takut terhadap represi.

Implementasi Rencana Pasca Perang

Gencatan senjata Oktober 2025 sebagian besar mengakhiri pertempuran dua tahun. Fase pertama berhasil membebaskan seluruh sandera yang masih ditahan Hamas, sebagai pertukaran dengan ribuan tahanan keamanan Palestina yang dibebaskan Israel.

Komite Teknokrat Palestina

Menurut kesepakatan gencatan, pemerintahan sipil Hamas di Gaza seharusnya digantikan oleh komite teknokrat Palestina. Komite ini akan beroperasi di bawah Dewan Perdamaian Trump.

Namun, anggota Komite Nasional untuk Administrasi Gaza (NCAG) belum memasuki wilayah tersebut. Mereka masih berada di Kairo sejak dibentuk, menunggu kondisi yang lebih aman untuk memerintah.

Pasukan Stabilisasi Internasional

Rencana Trump mencakup dukungan Pasukan Stabilisasi Internasional sementara. Pasukan ini akan bekerja bersama "kepolisian Palestina yang baru dilatih dan diverifikasi."

Badan teknokratik mengumumkan bulan lalu bahwa mereka membuka pendaftaran untuk "kandidat berkualitas" yang ingin bergabung dengan "pasukan polisi transisional." Namun, hingga kini pasukan tersebut belum terbentuk.

Proses rekonstruksi Gaza tetap bergantung pada keputusan politik Hamas. Mladenov menekankan bahwa masa depan Gaza terletak pada pilihan antara rekonstruksi atau pertahanan persenjataan. Dunia internasional kini menunggu respons resmi dari kelompok yang menguasai separuh wilayah tersebut, sementara warga Gaza terus hidup di antara puing-puing yang membutuhkan pembangunan segera.

Elvan Rizki

// Verified Author

Elvan Rizki

Staff Redaksi

Spesialis konten media siber dan publikasi Google News.

▸ TAG TOPIK

#Gaza #Hamas #Nickolay Mladenov #Board of Peace #Rekonstruksi Gaza

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

5 Dosen UPN Jogja Dinonaktifkan Imbas Kasus Kekerasan Seksual

Thumbnail

Keren Dek! Para Bocil di Jakbar Hadang Pengendara Motor yang Naik Trotoar

Thumbnail

Menkeu Purbaya Sindir 'Ekonom TikTok', Bantah Ekonomi RI Buruk

Thumbnail

Ribuan Lele Tumpah di SPBU Klaten, Warga Gotong Royong Bantu Kumpulkan

Thumbnail

Video Asusila TKW Taiwan 3 vs 1 Viral di TikTok dan Telegram, Begini Faktanya

Thumbnail

Polsek Pondok Aren Ringkus Residivis Pelaku Curanmor

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner