JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta publik tidak serta-merta menyimpulkan daya beli masyarakat melemah hanya berdasarkan laporan penurunan omzet warung tegal (warteg). Pemerintah akan menelusuri informasi tersebut lebih dalam sebelum mengambil kebijakan.
Pernyataan Menkeu soal Warteg
Purbaya mengingatkan bahwa sampel beberapa warteg yang mengalami penurunan omzet belum tentu mewakili keseluruhan sektor. Ia mencontohkan, ada warteg yang mungkin kalah bersaing dan kemudian pindah ke lokasi yang lebih strategis.
“Kalau sampel Anda berapa warteg? Saya bisa cari lima warteg yang mungkin jelek, mungkin kalah bersaing, terus pindah ke tempat lain yang lebih bagus. Itu yang harus kita hati-hati,” kata Purbaya dalam konferensi pers APBN KiTa di Jakarta, Jumat (5/6/2026).
Indikator Ekonomi Lain yang Positif
Menurut Purbaya, sejumlah indikator ekonomi agregat justru menunjukkan aktivitas konsumsi masyarakat masih tumbuh. Ia menyebut data belanja ritel yang bergerak positif sebagai contoh.
“Tapi kalau data yang lain kan kelihatan yang agregat tumbuhnya kencang semua. Belanja juga tumbuhnya kencang. Retail index itu kan orang belanja betulan,” katanya.
Data lain yang mendukung adalah pencairan gaji ke-13 bagi aparatur sipil negara (ASN) yang akan menambah daya beli dalam waktu dekat. Purbaya menyebutkan nilai gaji ke-13 naik dari Rp30 triliun menjadi Rp40 triliun.
Kesiapan Stimulus Pemerintah
Meski belum melihat sinyal pelemahan konsumsi secara luas, Purbaya menegaskan pemerintah siap menambah stimulus jika hasil evaluasi menunjukkan perlunya dukungan tambahan.
“Kalau memang ini benar, saya akan tambah lagi stimulus ke perekonomian,” ucapnya.
Pemerintah akan terus memantau perkembangan ekonomi dan mengambil langkah antisipatif jika diperlukan. Masyarakat diharapkan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum terverifikasi.