News

Menkeu Purbaya Sebut Utang Whoosh Rp1 Triliun per Tahun Bisa Dibayar dari Laba SMV

Ujang Trisno Ujang Trisno 10 Sep 2026 06:55 29 Views
Menkeu Purbaya Sebut Utang Whoosh Rp1 Triliun per Tahun Bisa Dibayar dari Laba SMV

Menkeu Purbaya Sebut Utang Whoosh Rp1 Triliun per Tahun Bisa Dibayar dari Laba SMV

Javas Corner - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyatakan bahwa pembayaran utang kereta cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh sebesar Rp1 triliun per tahun dapat dilakukan. Menurutnya, pemerintah memiliki sumber dana yang cukup untuk memenuhi kewajiban tersebut.

 

Purbaya memastikan bahwa Badan Usaha Milik Negara atau BUMN yang berada di bawah Kementerian Keuangan melalui Special Mission Vehicle atau SMV dapat berpartisipasi aktif membayar utang Whoosh.

 

"Kalau kita lihat salah satu perusahaan BUMN di bawah Kementerian Keuangan, yang agak kecil saja untungnya setahun 3 sampai 4 triliun," kata Purbaya ditemui di kantor Kementerian Keuangan pada Rabu (9/9/2026).

 

Menurutnya, SMV memiliki keuntungan sekitar Rp3 triliun hingga Rp4 triliun dalam setahun. Ia kemudian mencontohkan Jasa Marga dan menyebut ada perusahaan lain yang memiliki keuntungan sekitar Rp6 triliun hingga Rp7 triliun.

 

"Jasa Marga kan bisa. Tambah satu lagi ada yang untung 6 sampai 7 triliun. Jadi cukup, enggak ada masalah," ujarnya.

 

Namun, Purbaya belum dapat memastikan SMV mana yang akan dipilih dan terlibat dalam pembayaran utang tersebut. Sebelumnya, ada dua nama SMV yang disebut kemungkinan akan menangani kewajiban ini, yaitu PT Sarana Multi Infrastruktur atau SMI dan Indonesia Investment Authority atau INA.

 

Purbaya masih menunggu serah terima pembayaran utang Whoosh dari Danantara ke Kementerian Keuangan pada 15 September 2026. Setelah diserahkan, ia akan membenahi lebih lanjut mekanisme pembayaran utang termasuk kemungkinan restrukturisasi dengan tenor hingga 80 tahun.

 

"Nanti saya rapikan lagi ke depan kalau ada dari Tiongkok, segala macam. Ini kan belum resmi ke saya, jadi saya belum bisa mewakili KCIC bicara dengan yang Tiongkok," katanya.

 

Jumlah investasi pembangunan Kereta Cepat Jakarta-Bandung menembus sekitar 7,27 miliar dollar AS atau Rp120,38 triliun dengan kurs Rp16.500. Dari total investasi tersebut, sekitar 75 persen dibiayai melalui pinjaman dari China Development Bank atau CDB dengan bunga sebesar 2 persen per tahun.

 

Pernyataan Purbaya ini memberikan sinyal bahwa pemerintah memiliki rencana yang jelas untuk menangani kewajiban utang Whoosh tanpa membebani anggaran negara secara berlebihan. Publik kini menantikan realisasi dari skema pembayaran yang akan diumumkan secara resmi.

 

#Whoosh #UtangWhoosh #Purbaya #Kemenkeu #SMV #KeretaCepat #JakartaBandung #BUMN #KeuanganNegara #EkonomiIndonesia

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mentan Arman Murka, Petani di Banggai Diduga Diminta Mahar Rp150 Juta demi Bantuan Kementan

Thumbnail

Viral Diduga Aksi Arogan Pria Berbaju Merah Bentak Wisatawan di Stasiun Gambir

Thumbnail

Ruben Onsu Buka Suara soal Betrand Peto yang Diduga Terlibat Kasus TPKS, Minta Publik Tak Berspekulasi

Thumbnail

Curhat Guru di Sleman, Korban Dugaan Keracunan MBG Mengaku Tanggung Pengobatan Sendiri

Thumbnail

Viral YouTuber Inggris Keluhkan Harga Nasi Goreng dan Bir Rp240 Ribu di Indonesia

Thumbnail

Dedi Mulyadi Berduka atas Kepergian Penyanyi Kanaya Whu: Surga Untukmu, Teh

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner