News

Mentan Arman Murka, Petani di Banggai Diduga Diminta Mahar Rp150 Juta demi Bantuan Kementan

Ujang Trisno Ujang Trisno 13 Sep 2026 11:03 49 Views
Mentan Arman Murka, Petani di Banggai Diduga Diminta Mahar Rp150 Juta demi Bantuan Kementan

Mentan Arman Murka, Petani di Banggai Diduga Diminta Mahar Rp150 Juta demi Bantuan Kementan

Javas Corner - Dugaan adanya pungutan atau mahar untuk mendapatkan bantuan dari Kementerian Pertanian atau Kementan mencuat di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah. Sejumlah petani disebut diduga diminta membayar hingga Rp150 juta agar dapat memperoleh bantuan pemerintah.

 

Informasi tersebut mendapat perhatian serius Menteri Pertanian Arman. Ia menegaskan bahwa bantuan pemerintah untuk petani tidak boleh diperjualbelikan ataupun disertai permintaan imbalan dalam bentuk apa pun.

 

Mentan bahkan meminta aparat penegak hukum untuk segera menindaklanjuti dugaan tersebut apabila ditemukan bukti adanya permintaan uang kepada petani.

 

"Pak Kapolres, tangkap," tegas Mentan Arman, sebagai bentuk penegasan agar dugaan pungutan terhadap petani segera diusut.

 

Dugaan permintaan mahar senilai Rp150 juta itu menjadi sorotan karena bantuan pertanian pada dasarnya ditujukan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. Jika benar terjadi, praktik tersebut berpotensi merugikan petani sekaligus mencederai tujuan program bantuan pemerintah.

 

Mentan menegaskan bahwa petani yang menerima bantuan tidak semestinya dibebani biaya tambahan yang tidak memiliki dasar ketentuan. Ia juga mendorong masyarakat untuk berani melaporkan apabila menemukan adanya pihak yang meminta uang dengan mengatasnamakan program bantuan Kementan.

 

Aparat penegak hukum di Kabupaten Banggai diharapkan segera melakukan klarifikasi dan penyelidikan guna memastikan kebenaran informasi tersebut. Penelusuran penting dilakukan untuk mengetahui siapa pihak yang diduga meminta uang, kepada siapa permintaan itu disampaikan, serta apakah terdapat bukti transaksi maupun komunikasi terkait dugaan pungutan tersebut.

 

Apabila dugaan tersebut terbukti, tindakan tegas perlu dilakukan sesuai ketentuan hukum yang berlaku. Sebaliknya, seluruh pihak yang disebut dalam dugaan tersebut tetap memiliki hak untuk memberikan klarifikasi dan membantah tuduhan hingga terdapat hasil penyelidikan atau putusan hukum yang berkekuatan tetap.

 

Kasus ini menjadi pengingat bahwa program bantuan pemerintah semestinya diterima petani berdasarkan ketentuan dan kriteria yang telah ditetapkan, bukan berdasarkan kemampuan membayar sejumlah uang kepada pihak tertentu. Praktik pungutan liar dalam penyaluran bantuan tidak hanya merugikan petani, tetapi juga merusak kepercayaan publik terhadap program pemerintah.

 

Pemerintah pusat hingga daerah perlu memastikan bahwa distribusi bantuan berjalan transparan dan akuntabel. Pengawasan ketat, sistem pelaporan yang mudah diakses, serta penindakan tegas terhadap oknum yang menyalahgunakan wewenang menjadi kunci agar bantuan benar-benar sampai ke tangan petani yang berhak.

 

#MentanArman #Banggai #PungliBantuan #Petani #Kementan #BantuanPertanian #Mahar #Korupsi #Sulteng #BeritaNasional

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar Arsitektur Web di PT Javas Corner Media | Cyber Security di PT Cyber Security Internasional | Kontributor Riset Data Cyber Indonesia.

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mahasiswa S-2 Unpam Edukasi Keamanan Digital untuk 118 Siswa SMK di Depok

Thumbnail

TASPEN Perkuat Keamanan Digital, Lindungi Data Peserta dengan Sistem Berlapis

Thumbnail

Dudung Sebut Kedaulatan Digital Kini Jadi Penentu Keamanan Nasional

Thumbnail

Privy Terapkan Keamanan Digital Sejak Tahap Awal, Bukan Sekadar Tambalan

Thumbnail

AI Temukan Celah PHP yang Sebabkan Situs Pemerintah Dunia Lumpuh Sementara

Thumbnail

Pengelola Website Diminta Segera Tambal Celah PHP2Shell, Ini Langkahnya

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner