Pendidikan

Menu MBG Ramadan di Palu Tuai Kritik: Roti, Kurma, dan Telur Mentah untuk Anak Sekolah

Ujang Trisno Ujang Trisno 24 Feb 2026 04:03 51 Views
MBG Palu

Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digadang-gadang sebagai solusi pemenuhan gizi anak sekolah kembali menuai sorotan tajam. Kali ini giliran orang tua siswa di Kota Palu yang angkat suara setelah melihat langsung isi paket makanan yang diterima anak mereka di hari pertama masuk sekolah selama bulan Ramadan.

 

Unggahan di media sosial Facebook menjadi pemicu ramainya pembahasan publik. Sejumlah orang tua dengan berani membongkar isi paket MBG yang menurut mereka jauh dari kata layak, apalagi jika dibandingkan dengan nilai anggaran yang disebut-sebut mencapai Rp15.000 per anak.

 

Dalam video yang viral, tampak menu MBG yang dikirimkan untuk siswa selama bulan puasa. Alih-alih makanan siap santap yang hangat dan bernutrisi, paket tersebut justru berisi tiga potong roti kemasan kecil, satu kotak susu, beberapa butir kurma, satu buah jeruk, dan satu butir telur mentah yang masih utuh.

 

Paket inilah yang disebut sebagai jatah untuk berbuka puasa atau konsumsi anak selama menjalani hari pertama sekolah di bulan Ramadan. Tak pelak, kemunculan menu ini langsung memicu gelombang protes dari berbagai kalangan.

 

Salah satu akun Facebook bahkan menuliskan keluh kesahnya dengan nada kecewa. "Itu masih mending buat dua hari punya, yang dengan kami tiga hari punya hanya ada roti tiga, susu satu, kurma, jeruk satu, dan telur mentah satu," tulisnya dalam unggahan yang kini telah dibagikan puluhan ribu kali.

 

Tak hanya soal menu, persoalan transparansi anggaran pun ikut disorot. Sejumlah orang tua meminta kejelasan mengenai alokasi dana Rp15.000 yang katanya digelontorkan untuk setiap anak. Mereka mempertanyakan apakah nilai tersebut benar-benar sampai dalam bentuk makanan yang layak atau justru tergerus di tengah jalan.

 

"Silahkan nilai berapa ini, apakah layak dinilai 15 ribu," tulis seorang warganet dalam kolom komentar. Pertanyaan ini lantas memicu perdebatan sengit di dunia maya. Ada yang mencoba merinci harga bahan makanan satu per satu. "Roti Rp2.000, kurma Rp3.000, kacang Rp1.000. Itu baru beberapa item, sisanya ke mana?" tanya akun lain, mempertanyakan efektivitas penyaluran dana program unggulan tersebut.

 

Seorang guru yang turut berkomentar dalam unggahan viral itu meminta agar pemerintah daerah hingga pusat turun tangan. "Jadi mohon Bapak Walikota, Bapak Gubernur dan Bapak Presiden agar ini menjadi perhatiannya. Ini kalau seperti ini kan sama halnya dengan pembodohan," tulisnya dengan nada geram.

 

Ia menambahkan bahwa program MBG seharusnya menjadi wujud nyata perhatian negara terhadap pemenuhan gizi anak, bukan justru menjadi ajang pemborosan anggaran tanpa hasil yang jelas.

 

Warganet lainnya bahkan menyarankan agar program MBG selama bulan puasa dievaluasi total, atau bahkan dihentikan sementara. Sebagian membandingkan menu tersebut dengan takjil yang biasa dibagikan di masjid-masjid. "Mending puasa sekalian, dapat takjil di masjid lebih layak dan variatif," sindir seorang pengguna Facebook.

 

Fenomena ini menunjukkan tingginya atensi publik terhadap pelaksanaan MBG, terutama soal kualitas menu, standar gizi, hingga transparansi pengelolaan anggaran. Publik tak lagi sekadar menerima, tapi mulai kritis dan berani bersuara.

 

Video yang pertama kali diunggah oleh akun Facebook bernama Wahida Wati ini sontak menjadi perbincangan luas. Dalam unggahannya, ia menuliskan narasi yang menyentil: "Miris dengan menu MBG untuk buka puasa anak bangsa, dua hari untuk hari Senin dan Selasa besok."

 

Hingga berita ini diturunkan, video tersebut telah ditonton lebih dari delapan juta kali, dengan puluhan ribu komentar dan lebih dari 33 ribu kali dibagikan. Ini menandakan bahwa isu ini bukan sekadar keresahan segelintir orang, melainkan sudah menjadi konsumsi publik yang luas.

 

Hingga kini, belum ada klarifikasi resmi dari pihak pengelola dapur MBG di Palu maupun dari dinas terkait. Sementara itu, para orang tua berharap agar program yang dicanangkan dengan tujuan mulia ini segera dibenahi.

 

Mereka menginginkan agar anak-anak benar-benar mendapatkan asupan bergizi yang layak, bukan sekadar paket makanan yang dinilai asal-asalan. Evaluasi menyeluruh pun dinilai mendesak agar program MBG tidak terus-menerus menjadi bulan-bulanan kritik, dan yang terpenting, agar generasi penerus bangsa benar-benar merasakan manfaatnya.

 

Publik pun kini menanti langkah konkret dari pemerintah. Apakah program sebesar ini akan dibiarkan berjalan tanpa pengawasan yang ketat, atau justru menjadi momentum perbaikan agar benar-benar berjalan sesuai dengan harapan awal: mencerdaskan dan menyehatkan anak bangsa.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

▸ TAG TOPIK

#MBG #gizi anak #Ramadan #Palu #anggaran

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

5 Cara Terpercaya Hasilkan Uang dari Internet di 2026, Modal Kecil

Thumbnail

Cara Rehabilitasi Narkoba di BNN: Gratis, Rahasia, dan Lengkap

Thumbnail

Darurat Narkoba: 50 Orang Meninggal Setiap Hari, BNN Rilis Data Terbaru

Thumbnail

Panduan Jual Akun Last Fortress: Underground Agar Laku Mahal

Thumbnail

Pramono Anung Minta Sopir Alphard Cekcok dengan Satpam Bundaran HI Diberi Sanksi

Thumbnail

Kakek di Wajo Ngamuk dan Ludahi Kasir Ayam Goreng Gegara Ditanya 'Ada Uang?'

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner