Hot News

Misteri Botol Miras di Lapas Cibinong Terungkap, Ternyata Milik Napi Kasus Kredit Fiktif

Ujang Trisno Ujang Trisno 05 Oct 2026 16:43 32 Views
Misteri Botol Miras di Lapas Cibinong Terungkap, Ternyata Milik Napi Kasus Kredit Fiktif

Misteri Botol Miras di Lapas Cibinong Terungkap, Ternyata Milik Napi Kasus Kredit Fiktif

Javas Corner - Teka-teki soal pemilik botol minuman keras yang ditemukan di Lapas Kelas IIA Cibinong, Jawa Barat, akhirnya terjawab. Barang tersebut ternyata bukan milik petugas lapas, melainkan milik seorang narapidana yang menempati salah satu rumah di area tersebut.

 

Fakta itu disampaikan Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan atau Kemenimipas, Rudi Setiawan, dalam konferensi pers pada Senin (5/10/2026). Ia menjelaskan bahwa hasil investigasi membantah keterangan awal yang sempat menyebut botol miras itu berkaitan dengan petugas lapas.

 

"Hasil dari investigasi kami, bahwa barang tersebut bukanlah milik sebagaimana yang disebutkan Kasi Kamtib Adi Nugroho Wichaksono. Melainkan milik warga binaan yang menempati rumah tersebut," ujar Rudi seperti dikutip dari Lambeturah.

 

Warga binaan yang dimaksud adalah Jimmy Masrin, mantan Presiden Direktur PT Caturkarsa Megatunggal sekaligus eks Komisaris Utama PT Petro Energy. Jimmy diketahui terjerat perkara pemberian kredit fiktif dari Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia atau LPEI.

 

"Jadi barang-barang di sana milik Jimmy Masrin dan yang terlihat dalam kamera itu adalah Jimmy Masrin," kata Rudi.

 

Tidak hanya botol miras, sejumlah barang mewah yang ditemukan di area tersebut juga disebut merupakan milik Jimmy. Menurut Rudi, barang-barang itu sempat dipindahkan menjelang inspeksi mendadak yang dilakukan Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan Agus Andrianto.

 

"Ketika Pak Menteri datang, barang-barang itu sudah tidak ada. Jadi pada tanggal 23 malam, barang-barang itu dipindahkan," ungkapnya.

 

Rudi menyebut sebagian barang berhasil ditemukan, sementara sebagian lainnya telah dibawa keluar dari lokasi dan kemudian ditemukan di bekas kandang sapi.

 

Temuan mengenai fasilitas mewah di Lapas Cibinong sendiri bermula dari kunjungan Ombudsman tanpa pemberitahuan pada Rabu (23/9/2026). Anggota Ombudsman Syafrida R. Rasahan mengatakan, tim tiba sekitar pukul 09.45 WIB dan melaporkan kedatangan mereka kepada petugas lapas. Tim juga telah membawa surat tugas yang ditandatangani Wakil Ketua Ombudsman.

 

Namun, petugas lapas disebut masih menunggu arahan dari Kepala Lapas. Tim Ombudsman bahkan sempat diminta menunggu dan tidak diperbolehkan masuk. Karena belum mendapatkan izin, tim kemudian menunggu di area kantin yang masih berada di lingkungan lapas.

 

Saat menunggu, tim melihat pagar kayu yang berada sekitar 100 meter dari lokasi mereka. Setelah ditanyakan kepada petugas, diketahui bahwa area di balik pagar tersebut merupakan kompleks rumah dinas Kalapas. Tim Ombudsman kemudian masuk ke area tersebut dan menemukan sejumlah bangunan hunian yang dinilai menyerupai homestay atau vila.

 

Di lokasi itu juga terdapat bangunan yang disebut sebagai rumah asimilasi. Saat diperiksa, Ombudsman menemukan sejumlah fasilitas seperti sofa, kulkas, televisi, dan meja makan. Tim juga menemukan warga binaan berada di salah satu bangunan. Menurut Syafrida, warga binaan tersebut langsung masuk ke kamar setelah mengetahui kedatangan Ombudsman.

 

Penelusuran kemudian dilanjutkan ke sejumlah titik lain. Ombudsman menemukan berbagai fasilitas dan bangunan, termasuk area parkir mobil mewah, beberapa hunian, fasilitas gym, kolam, serta simulator golf yang masih dalam tahap pembangunan. Temuan tersebut kemudian menjadi sorotan karena fasilitas-fasilitas itu berada di lingkungan Lapas Cibinong.

 

Kasus ini menjadi gambaran betapa pentingnya pengawasan terhadap lembaga pemasyarakatan. Temuan sejumlah fasilitas yang tidak semestinya, hingga barang-barang yang diduga milik narapidana tertentu, menunjukkan masih adanya celah dalam pengelolaan lapas. Publik berharap agar persoalan ini ditangani secara tuntas, bukan hanya berhenti pada sanksi kepada beberapa pejabat, tetapi juga perbaikan sistem agar kejadian serupa tidak terulang di kemudian hari.

 

#LapasCibinong #Ombudsman #MirasDiLapas #Kemenimipas #RudiSetiawan #JimmyMasrin #KreditFiktif #FasilitasMewah #Bogor #JavasCorner

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar Arsitektur Web di PT Javas Corner Media | Cyber Security di PT Cyber Security Internasional | Kontributor Riset Data Cyber Indonesia.

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mahasiswa S-2 Unpam Edukasi Keamanan Digital untuk 118 Siswa SMK di Depok

Thumbnail

TASPEN Perkuat Keamanan Digital, Lindungi Data Peserta dengan Sistem Berlapis

Thumbnail

Dudung Sebut Kedaulatan Digital Kini Jadi Penentu Keamanan Nasional

Thumbnail

Privy Terapkan Keamanan Digital Sejak Tahap Awal, Bukan Sekadar Tambalan

Thumbnail

AI Temukan Celah PHP yang Sebabkan Situs Pemerintah Dunia Lumpuh Sementara

Thumbnail

Pengelola Website Diminta Segera Tambal Celah PHP2Shell, Ini Langkahnya

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner