Sains

Misteri Stonehenge Israel Terungkap: 28 Situs Serupa Ditemukan di Golan

Ujang Trisno Ujang Trisno 20 Mar 2026 03:46 88 Views
Foto udara situs Rujm el-Hiri di Dataran Tinggi Golan yang menunjukkan struktur lingkaran batu kuno

Foto udara situs Rujm el-Hiri di Dataran Tinggi Golan yang menunjukkan struktur lingkaran batu kuno

JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Sebuah penelitian arkeologi terbaru mengungkap fakta mengejutkan: struktur batu misterius Rujm el-Hiri di Dataran Tinggi Golan yang selama ini dianggap unik ternyata memiliki 28 situs serupa di sekitarnya. Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah PLOS ONE pada Maret 2026 dan mengubah pemahaman tentang peradaban kuno di wilayah tersebut.

Penemuan Revolusioner

Rujm el-Hiri selama beberapa dekade dijuluki "Stonehenge dari Timur" karena keunikan strukturnya. Situs ini terdiri dari gundukan pusat yang dikelilingi cincin konsentris batu basal dengan total berat mencapai 40.000 ton.

Dibangun antara 6.500 hingga 3.500 tahun lalu, situs ini pertama kali ditemukan tahun 1968 melalui fotografi udara militer. Selama puluhan tahun, arkeolog memperdebatkan fungsinya - mulai dari observatorium astronomi hingga tempat upacara ritual.

"Rujm el-Hiri selalu dianggap sangat unik di wilayah ini," kata Michal Birkenfeld dari Departemen Arkeologi Universitas Ben-Gurion Negev. "Ternyata ada 28 struktur serupa dalam radius 25 kilometer."

Karakteristik Situs Baru

Struktur yang baru ditemukan menunjukkan pola yang konsisten:

  • Bentuk lingkaran dengan desain konsentris
  • Material batu basal lokal
  • Ukuran bervariasi dari 20 hingga 100 meter diameter
  • Tingkat preservasi berbeda-beda

Teknologi Pengungkap Misteri

Penemuan ini dimungkinkan oleh kombinasi teknologi mutakhir. Tim peneliti multidisiplin menggunakan penginderaan jauh dan kecerdasan buatan untuk survei arkeologi tanpa harus turun ke lapangan.

Mereka menganalisis citra satelit resolusi tinggi dari berbagai platform selama periode 2004-2024. Data dari Google Earth Pro dan CNES/Airbus diproses menggunakan algoritma khusus.

Metodologi Inovatif

Pendekatan penelitian ini memiliki beberapa keunggulan:

  1. Mengurangi biaya survei arkeologi tradisional
  2. Mengungkap struktur yang tersembunyi vegetasi
  3. Memungkinkan analisis area luas dalam waktu singkat
  4. Mendeteksi pola yang tak terlihat mata telanjang

"Survei arkeologi konvensional memakan waktu dan biaya besar," jelas Birkenfeld. "Dengan satelit dan AI, kami menemukan situs tanpa harus ke lokasi."

Teka-teki Fungsi Situs

Penemuan situs-situs serupa ini mempertanyakan kembali teori tentang fungsi Rujm el-Hiri. Selama ini, beberapa hipotesis utama yang berkembang antara lain:

Observatorium Astronomi?

Teori bahwa situs ini berfungsi sebagai observatorium telah dibantah penelitian sebelumnya. Analisis tahun 2025 menunjukkan Rujm el-Hiri telah bergeser 8-15 mm per tahun sejak dibangun.

Pergeseran ini membuat alignment dinding dan pintu masuk tidak lagi sesuai dengan posisi astronomi. "Fungsi observatorium semakin diragukan," tegas Birkenfeld.

Tempat Perkumpulan Suku

Birkenfeld cenderung mendukung teori fungsi sosial. "Jika ini bukan struktur unik, kemungkinan besar ini area perkumpulan," ujarnya.

Struktur serupa mungkin digunakan untuk pertemuan musiman masyarakat nomaden. Pola ini umum ditemukan dalam budaya pastoral yang tersebar di wilayah luas.

Bukti Penunjang

Beberapa indikasi mendukung teori ini:

  • Lokasi situs di area terbuka yang mudah diakses
  • Kapasitas menampung banyak orang
  • Ketiadaan bukti pemukiman permanen di sekitarnya
  • Kesamaan dengan situs perkumpulan tradisional

Implikasi Penelitian

Temuan ini membuka babak baru dalam arkeologi Levant. Keberadaan 28 situs serupa menunjukkan fenomena budaya yang lebih luas dari perkiraan sebelumnya.

Tantangan Penanggalan

Salah satu misteri terbesar adalah penanggalan akurat situs-situs ini. Rujm el-Hiri sendiri sulit dipastikan periodenya:

Beberapa ahli mengusulkan periode Chalcolithic (4500-3300 SM), sementara lainnya memperkirakan Zaman Perunggu Awal (3700-2500 SM). "Jika kita menempatkannya antara 6.000 hingga 5.000 tahun lalu, itu perkiraan yang masuk akal," kata Birkenfeld.

Penelitian Lanjutan Diperlukan

Meski revolusioner, penelitian ini baru permulaan. "Makalah ini adalah awal proyek, bukan akhirnya," tegas Birkenfeld.

Beberapa langkah berikutnya yang direncanakan:

  1. Ekskavasi arkeologi tradisional di situs baru
  2. Analisis material budaya dan artefak
  3. Penanggalan radiokarbon yang lebih akurat
  4. Studi komparatif dengan situs serupa di Lebanon dan Galilea

"Apa yang bisa kita pelajari dari penginderaan jauh adalah bentuk, ukuran, dan lokasi," jelas Birkenfeld. "Kita butuh arkeologi tradisional untuk mengetahui aktivitas dan kronologi."

Penemuan ini tidak hanya mengubah pemahaman tentang Rujm el-Hiri, tetapi juga membuka jendela baru terhadap peradaban kuno di Timur Tengah. Dengan "kekuatan jumlah" dari 28 situs serupa, arkeolog optimis bisa mengungkap lebih banyak rahasia masa lalu yang selama ini tersembunyi di dataran tinggi Golan.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar Arsitektur Web di PT Javas Corner Media | Cyber Security di PT Cyber Security Internasional | Kontributor Riset Data Cyber Indonesia.

▸ TAG TOPIK

#arkeologi #Israel #Golan #situs kuno #teknologi

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mahasiswa S-2 Unpam Edukasi Keamanan Digital untuk 118 Siswa SMK di Depok

Thumbnail

TASPEN Perkuat Keamanan Digital, Lindungi Data Peserta dengan Sistem Berlapis

Thumbnail

Dudung Sebut Kedaulatan Digital Kini Jadi Penentu Keamanan Nasional

Thumbnail

Privy Terapkan Keamanan Digital Sejak Tahap Awal, Bukan Sekadar Tambalan

Thumbnail

AI Temukan Celah PHP yang Sebabkan Situs Pemerintah Dunia Lumpuh Sementara

Thumbnail

Pengelola Website Diminta Segera Tambal Celah PHP2Shell, Ini Langkahnya

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner