Javas Corner - Pimpinan Pusat atau PP Muhammadiyah baru saja menghadirkan inovasi menarik di dunia teknologi dan keagamaan. Mereka meluncurkan ChatHPT, sebuah asisten berbasis kecerdasan buatan atau AI yang dirancang khusus untuk membantu masyarakat memahami berbagai persoalan agama berdasarkan rujukan resmi Majelis Tarjih dan Tajdid Muhammadiyah.
Peluncuran ChatHPT ini dilakukan dalam rangkaian Musyawarah Nasional atau Munas Tarjih XXXIII di Universitas Muhammadiyah Surabaya, Kamis (5/11/2026). Kehadiran layanan ini menjadi langkah nyata Muhammadiyah dalam memanfaatkan teknologi digital untuk memperluas akses masyarakat terhadap khazanah keilmuan Islam.
Lewat ChatHPT, masyarakat bisa mengajukan pertanyaan keagamaan menggunakan bahasa sehari-hari. Sistem canggih ini kemudian akan menelusuri dokumen resmi Muhammadiyah, seperti Himpunan Putusan Tarjih atau HPT, Fatwa Tarjih, dan berbagai dokumen tanya jawab agama. Hasilnya, pengguna akan mendapatkan jawaban yang disertai sumber rujukan yang jelas.
Ketua Umum PP Muhammadiyah, Haedar Nashir, menyampaikan bahwa pengembangan teknologi digital ini merupakan bagian dari upaya Muhammadiyah merespons perubahan zaman. Menurutnya, masyarakat kini bisa lebih mudah mengetahui keputusan dan pandangan keagamaan Muhammadiyah melalui platform digital.
Meski berbasis AI, ChatHPT tidak dirancang untuk menggantikan peran ulama atau mengambil alih kewenangan penetapan fatwa. Dalam panduan pengembangannya, ChatHPT ditegaskan bukan merupakan mufti digital. Platform ini murni berfungsi membantu pengguna menemukan, memahami, dan merangkum keputusan keagamaan yang sudah ada.
Jika masyarakat menghadapi persoalan keagamaan baru atau kasus pribadi yang butuh pertimbangan khusus, konsultasi tetap harus dilakukan kepada Majelis Tarjih dan Tajdid atau ulama yang berwenang. Prinsip ini menjadi pembeda penting antara AI sebagai alat bantu dan otoritas keagamaan yang punya tanggung jawab menetapkan hukum Islam.
Secara teknis, ChatHPT dikembangkan menggunakan pendekatan Retrieval-Augmented Generation atau RAG. Teknologi ini memungkinkan AI mencari informasi dari kumpulan dokumen terverifikasi sebelum menyusun jawaban. Jadi, saat pengguna bertanya, sistem akan mencari dokumen relevan, membaca bagian yang berkaitan, lalu menyusun penjelasan berdasarkan sumber tersebut.
Jawaban yang dihasilkan pun sangat komplet. Mulai dari argumentasi, dalil Al-Qur'an dan hadis, catatan, kesimpulan, hingga tautan menuju dokumen asli yang menjadi rujukan. ChatHPT juga menerapkan hierarki sumber keagamaan, di mana Putusan Munas atau Muktamar yang telah ditanfidzkan menjadi prioritas tertinggi, disusul Fatwa Tarjih dan rubrik tanya jawab.
Pengembangan ChatHPT ini melibatkan kolaborasi tiga unsur di lingkungan PP Muhammadiyah. Majelis Tarjih dan Tajdid berperan sebagai pemegang otoritas keilmuan, Majelis Pustaka dan Informasi atau MPI mendukung pengelolaan dokumentasi, dan LabMu bertanggung jawab pada infrastruktur teknologi AI.
Langkah ini menunjukkan upaya Muhammadiyah mengintegrasikan kekuatan keilmuan Islam dengan teknologi modern. Melalui ChatHPT, masyarakat, akademisi, dan mualig semakin mudah mengakses hasil pemikiran keagamaan. Inovasi ini sekaligus memperkuat literasi digital keagamaan tanpa meninggalkan landasan utama Al-Qur'an dan Sunah.
#Muhammadiyah #ChatHPT #KecerdasanBuatan #AITarjih #TeknologiPendidikan #BeritaNasional #Islam #LiterasiDigital #MajelisTarjih #JavasCorner