JAVASCORNER.CO.ID, MAKASSAR - Video sejumlah pemuda dan lansia meminum oli mesin viral di media sosial, memicu kecaman luas. Aksi yang diduga terjadi di Makassar, Sulawesi Selatan, ini dinilai membahayakan kesehatan dan mendapat respons tegas dari Majelis Ulama Indonesia setempat.
Aksi Viral Berbahaya
Rekaman yang beredar menunjukkan para pelaku meminum oli langsung dari wadah sambil tertawa. Beberapa di antaranya mengenakan pakaian muslim. Warganet bereaksi keras terhadap konten ini.
Mereka menyebut tindakan tersebut ekstrem dan berisiko tinggi. Sorotan publik semakin meningkat setelah muncul dugaan aksi dilakukan di dalam masjid.
Detail Konten Viral
Video lain juga beredar memperlihatkan aksi serupa di sebuah gang. Dalam salah satu adegan, seorang pemuda melakukan push up setelah minum oli.
Dia seolah menunjukkan kondisi fisiknya tetap kuat. Aksi ini dinilai sebagai upaya pembuktian yang justru berpotensi menyesatkan publik.
Hingga kini, belum ada keterangan resmi dari aparat kepolisian terkait video tersebut. Masyarakat menunggu klarifikasi lebih lanjut.
Respons MUI Sulsel
Majelis Ulama Indonesia Sulawesi Selatan angkat bicara menanggapi viralnya konten ini. Sekretaris MUI Sulsel, Prof. Muammar Bakry, memberikan penjelasan tegas.
Menurutnya, tindakan meminum oli tidak hanya membahayakan kesehatan tetapi juga dilarang secara agama. Oli merupakan zat yang diperuntukkan bagi mesin, bukan untuk dikonsumsi manusia.
Dasar Hukum Keagamaan
"Karena oli itu bukan minuman manusia dan dipastikan berdampak pada kesehatan, maka hukumnya haram," kata Muammar. Segala bentuk konsumsi yang berpotensi merusak kesehatan dinilai bertentangan dengan prinsip menjaga diri dalam ajaran Islam.
Penggunaan atribut keagamaan dalam video turut menjadi sorotan. Hal ini dapat menimbulkan kesan keliru seolah tindakan tersebut dibenarkan dalam ajaran agama.
Imbauan untuk Masyarakat
MUI Sulsel meminta para pembuat konten segera memberikan klarifikasi. Mereka juga mengimbau agar tidak menjadikan aksi berbahaya sebagai tontonan publik.
Langkah Pencegahan
Muammar mengingatkan bahwa konten viral semacam ini berpotensi ditiru masyarakat, terutama anak-anak dan remaja. Hal tersebut dinilai berbahaya bagi pembuat konten maupun pihak yang menyebarkannya.
Masyarakat diimbau lebih bijak dalam menyaring konten di media sosial. Tujuannya agar tidak terpengaruh oleh tren yang merugikan kesehatan.
Rekomendasi Penting
- Hindari menyebarkan konten berbahaya tanpa verifikasi
- Laporkan konten yang berpotensi membahayakan kesehatan
- Edukasi anak-anak tentang bahaya meniru konten viral
- Prioritaskan kesehatan dan keselamatan dalam beraktivitas
Insiden ini mengingatkan pentingnya literasi digital dan pemahaman agama yang komprehensif. Masyarakat diharapkan mampu membedakan antara konten hiburan dan tindakan berbahaya yang tidak patut ditiru. Ke depan, kolaborasi antara lembaga agama, pemerintah, dan masyarakat diperlukan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa.