JAVASCORNER.CO.ID, MAKASSAR - Majelis Ulama Indonesia Provinsi Sulawesi Selatan menegaskan hukum haram terhadap aksi minum oli yang viral di media sosial. Pernyataan ini disampaikan menanggapi video yang menunjukkan sekelompok orang meminum oli di Kota Makassar.
Video tersebut beredar luas sejak Rabu, 8 April 2026. Aksi itu dilakukan oleh pemuda dan orang tua berpakaian muslim secara bergiliran di masjid dan pinggir jalan.
Penegasan MUI Sulsel
Sekretaris MUI Sulawesi Selatan, Prof. Muammar Bakry, secara tegas menyatakan aksi minum oli tidak dibenarkan. "Karena oli itu bukan minuman manusia dan dipastikan ada pengaruh dalam kesehatan, itu hukumnya haram," ujarnya di Makassar.
Menurut Bakry, oli merupakan bahan yang diperuntukkan bagi kendaraan, bukan untuk dikonsumsi manusia. MUI menilai tindakan ini keliru meski dilakukan dengan alasan meningkatkan stamina.
Peringatan Khusus
Bakry mengingatkan bahwa konten semacam ini berpotensi memicu peniruan. "Karena viral jangan sampai ini menjadi pembelajaran yang jelek bahwa minum oli itu boleh," tegasnya.
Ia menambahkan, penyebar konten juga turut bertanggung jawab. "Berbahaya bagi yang memberikan contoh. Berbahaya juga yang memviralkan."
Dampak Kesehatan
Oli mengandung zat kimia yang berbahaya bagi tubuh manusia. Konsumsi oli dapat menimbulkan berbagai masalah kesehatan.
Risiko Jangka Pendek
- Gangguan pencernaan akut
- Mual dan muntah
- Keracunan kimia
Risiko Jangka Panjang
- Kerusakan organ dalam
- Gangguan sistem saraf
- Potensi kanker
Bakry menekankan, dalam ajaran agama, sesuatu yang lebih banyak membawa mudarat harus dihindari. "Saya selaku pengurus MUI Sulsel menyampaikan bahwa ini tidak layak untuk dijadikan contoh," katanya.
Sorotan Atribut Keagamaan
MUI juga menyoroti penggunaan pakaian muslim dalam video tersebut. Menurut Bakry, hal ini dapat menimbulkan persepsi keliru.
"Pakaian itu, penampilannya bahwa Islam membolehkan, saya kira itu perbuatan yang sangat tidak etis," paparnya. Ia khawatir masyarakat menganggap tindakan tersebut dibenarkan dalam ajaran Islam.
Pesan untuk Pelaku
Bakry menyarankan pelaku segera mengklarifikasi aksi mereka. "Sebaiknya yang memberikan contoh dalam video itu segera mengklarifikasi," ujarnya.
Ia menegaskan konten semacam ini tidak pantas menjadi tontonan publik. Risiko peniruan oleh masyarakat luas menjadi perhatian utama.
Reaksi Masyarakat
Video yang memperlihatkan aksi minum oli secara bergantian telah memicu berbagai reaksi. Konten tersebut viral di berbagai platform media sosial.
Tanggapan Warganet
Sebagian besar warganet menilai tindakan ini berbahaya. Mereka menyoroti risiko kesehatan yang mengancam pelaku.
Namun, ada pula yang mempercayai klaim peningkatan stamina. Keyakinan ini muncul meski tidak ada bukti ilmiah yang mendukung.
Edukasi Publik
MUI berharap insiden ini menjadi pembelajaran bagi masyarakat. Pentingnya memverifikasi informasi sebelum mempercayai klaim kesehatan.
Bakry mengajak semua pihak lebih bijak dalam menyikapi konten viral. "Tidak patut untuk dijadikan sebagai tontonan," tegasnya menutup pernyataan.
Masyarakat diharapkan lebih kritis terhadap konten kesehatan yang beredar di media sosial. Verifikasi dari ahli menjadi langkah penting sebelum mempercayai suatu klaim.