Javas Corner - Pelaksanaan Muktamar ke-35 Nahdlatul Ulama (NU) di Pondok Pesantren Bahrul Ulum Tambakberas, Kabupaten Jombang, Jawa Timur, diwarnai ketegangan pada Minggu (30/8/2026). Proses pemilihan Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) masa khidmat 2026–2031 diwarnai hujan interupsi di dalam ruang sidang hingga aksi unjuk rasa di luar arena. Isu utama yang memicu gejolak adalah perdebatan sengit mengenai aturan masa iddah politik bagi para calon Ketua Umum PBNU.
Suasana di Gedung Serbaguna mendadak riuh saat pembahasan syarat dan kriteria pencalonan Ketua Umum PBNU memasuki tahapan krusial. Sejumlah peserta muktamar secara bergantian melayangkan interupsi tajam terkait masa iddah politik. Aturan mengenai jeda waktu bagi tokoh yang berlatar belakang partai politik ini menimbulkan perbedaan penafsiran di antara para peserta sidang hingga memicu perdebatan sengit.
Akibat perdebatan yang tak kunjung menemui titik terang dan kondisi rapat yang semakin memanas, pimpinan sidang memutuskan menghentikan sementara proses pembahasan. Sidang pleno diskors menjelang waktu istirahat, shalat, dan makan, serta dijadwalkan kembali dilanjutkan pada pukul 13.00 WIB untuk meredakan tensi antarkubu.
Dinamika tidak hanya membara di dalam ruang sidang. Ketegangan berlanjut hingga ke luar area arena utama muktamar. Sejumlah massa terlibat keributan dan aksi saling dorong tepat saat proses tahapan pemilihan berlangsung. Panitia penyelenggara sampai harus meminta sejumlah kendaraan yang terparkir di sekitar area forum untuk segera mundur dan mengosongkan jalan guna mencegah penyempitan dan kemacetan total di jalur evakuasi.
Gelombang protes massa semakin meluas di akses utama menuju lokasi pemilihan. Aksi demonstrasi ini pecah sebagai buntut dari beredarnya kabar bahwa KH Yusuf Chudlori (Gus Yusuf) tidak lolos dalam verifikasi administrasi. Dalam orasinya, penanggung jawab aksi menyuarakan kekecewaan mendalam terhadap kinerja serta netralitas panitia Muktamar ke-35 NU. "Kami mempertanyakan transparansi dan kinerja panitia muktamar!" teriak salah seorang orator.
Menanggapi eskalasi di lapangan, ratusan personel pengamanan gabungan langsung dikerahkan secara masif. Barisan Benteng Ansor Serbaguna (Banser) bersama Pencak Silat Pagar Nusa disiagakan di garis terdepan untuk menghalau massa aksi agar tidak menembus arena utama. Personel Banser berbaris rapat membentuk barikade ketat tepat di depan pintu masuk ruang sidang pleno, berjarak sekitar 30 meter dari gerbang utama, demi memastikan keamanan para kyai dan utusan dari seluruh Indonesia yang berada di dalam ruangan.
Tags:
#MuktamarNU #NU #GusYusuf #PBNU #Jombang #Ricuh #Demo #Banser #PagarNusa