JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Mantan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim meluapkan kekecewaannya setelah dituntut 18 tahun penjara dan uang pengganti sebesar Rp5 triliun dalam kasus dugaan korupsi pengadaan laptop berbasis Chromebook. Dalam pernyataan usai sidang, ia mempertanyakan mengapa tuntutannya lebih berat dibanding pelaku kejahatan seperti pembunuh dan teroris.
- Pernyataan Kekecewaan Nadiem
- Tuntutan Uang Pengganti Rp5 Triliun
- Proses Persidangan dan Klaim Tak Bersalah
Pernyataan Kekecewaan Nadiem
Nadiem mengaku sangat kecewa dengan tuntutan jaksa yang dinilainya tidak masuk akal. “Ini adalah hari yang sangat, sangat, sangat mengecewakan. Mungkin tidak ada kata-kata yang bisa menjelaskan perasaan saya,” ujarnya di Jakarta, Rabu (13/5/2026).
Ia menyoroti besarnya tuntutan yang diterimanya dibandingkan dengan perkara pidana lain. “Rekor, lebih besar dari berbagai kriminal-kriminal lain,” kata Nadiem.
Dengan nada heran, ia membandingkan tuntutannya dengan pelaku kejahatan berat. “Kenapa tuntutan saya lebih besar daripada pembunuh? Tuntutan saya lebih besar daripada teroris?” tanyanya.
Tuntutan Uang Pengganti Rp5 Triliun
Selain tuntutan penjara, Nadiem juga harus membayar uang pengganti yang nilainya fantastis. “Tidak cukup saya dimasukkan ke penjara, mereka menggunakan uang pengganti sebesar Rp4 triliun plus Rp809 miliar, jadi totalnya Rp5 triliun,” rincinya.
Ia menegaskan tidak memiliki uang sebanyak itu. “Dan mereka tahu saya tidak punya uang itu,” ucapnya dengan nada tertekan.
Nadiem mengaku tersakiti dengan tuntutan uang pengganti tersebut. “Yang lebih menyakiti hati saya, karena saya sudah mengabdikan diri 9-10 tahun kepada negara ini, ada uang pengganti,” katanya.
Proses Persidangan dan Klaim Tak Bersalah
Menurut Nadiem, jalannya persidangan justru menunjukkan dirinya tidak bersalah. “Nah, ini mungkin karena di dalam alur persidangan ini sudah terang benderang bahwa saya tidak bersalah,” ujarnya.
Ia mengaku bingung dengan tuntutan yang dijatuhkan. “Jadi, saya bingung. Kenapa?” katanya.
Nadiem juga mengingatkan bahwa ia telah mengabdikan diri selama hampir satu dekade untuk bangsa. Namun, tuntutan ini seolah mengabaikan pengabdiannya.
Hingga berita ini diturunkan, sidang masih berlanjut dan tim kuasa hukum Nadiem akan mengajukan pembelaan. Publik pun menanti keputusan akhir majelis hakim.