Internasional

Netanyahu Klaim Iran Tak Bisa Produksi Rudal dan Uranium

Ujang Trisno Ujang Trisno 20 Mar 2026 21:08 79 Views
Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berbicara dalam konferensi pers di Yerusalem

Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berbicara dalam konferensi pers di Yerusalem

JAVASCORNER.CO.ID, YERUSALEM - Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengklaim Iran tidak lagi mampu memperkaya uranium atau memproduksi rudal balistik setelah 20 hari kampanye militer AS-Israel. Pernyataan itu disampaikan dalam konferensi pers di Yerusalem pada Kamis (19/3/2026), di tengah serangan balasan Tehran yang memicu sirene di seluruh Israel.

Klaim Penting Netanyahu

"Setelah 20 hari, saya bisa beri tahu Anda—Iran saat ini tidak punya kemampuan memperkaya uranium, dan tidak punya kemampuan memproduksi rudal balistik," tegas Netanyahu. Ia menambahkan operasi militer akan terus menghancurkan fasilitas-fasilitas tersebut "hingga menjadi debu."

Menurut Netanyahu, perbedaan operasi kali ini dengan serangan sebelumnya terletak pada target. "Kita sedang menghancurkan basis industri mereka dengan cara yang belum pernah kita lakukan sebelumnya," ujarnya.

Serangan Balasan Iran

Beberapa jam setelah konferensi pers, Iran menembakkan serangkaian rudal ke Israel. Sirene berbunyi berulang di Yerusalem dan wilayah lain. Serangan ini merupakan bagian dari respons Tehran terhadap kampanye pengeboman AS-Israel yang dimulai 28 Februari.

Situasi Kepemimpinan Iran

Netanyahu mengaku tidak yakin siapa yang memimpin Iran saat ini. Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei tewas dalam serangan awal, digantikan putranya Mojtaba Khamenei yang belum terlihat publik sejak pengangkatannya.

Ketidakpastian Pemimpin Baru

Presiden AS Donald Trump menyatakan keraguan apakah Mojtaba Khamenei masih hidup. Media pemerintah Iran melaporkan pemimpin baru itu terluka dalam serangan yang menewaskan ayah, istri, anak, dan iparnya.

Netanyahu bersikeras Israel akan terus menargetkan pimpinan Iran. "Tidak penting siapa pengganti mereka—kita pastikan pergantian di Garda Revolusi akan sangat singkat," ancamnya.

Koordinasi dengan Amerika Serikat

Netanyahu mengklarifikasi serangan Israel terhadap ladang gas Asaluyeh (South Pars) dilakukan tanpa koordinasi AS. "Fakta pertama, Israel bertindak sendiri. Fakta kedua, Presiden Trump minta kita tunda serangan lanjutan, dan kita tunda," jelasnya.

Pernyataan Bertentangan

Trump awalnya menyatakan serangan ladang gas tidak dikoordinasi, namun sumber AS memberi tahu media serangan itu justru disetujui Washington. Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menyebut serangan sebagai "peringatan" bagi Iran.

Netanyahu menepis tuduhan bahwa ia menyeret AS ke perang. "Apa ada yang benar-benar pikir seseorang bisa menyuruh Presiden Trump apa yang harus dilakukan?" tanyanya retoris.

Dampak Konflik Regional

Iran telah melancarkan serangan terhadap infrastruktur energi di Teluk. Rudal menghantam fasilitas gas di Ras Laffan, Qatar, menyebabkan kerusakan signifikan. Drone juga ditembak jatuh mendekati fasilitas gas Arab Saudi.

Gangguan Pasokan Energi

Tehran efektif menutup Selat Hormuz, jalur yang biasa dilalui 20% pasokan minyak dunia. Netanyahu menekankan pentingnya mencari rute alternatif untuk mengamankan aliran minyak.

"Yang dibutuhkan adalah pipa minyak dan gas mengarah barat melalui Semenanjung Arab sampai ke pelabuhan Mediterania Israel," usulnya. "Kita hilangkan titik tersumbat selamanya."

Perdana Menteri Israel optimistis perang akan berakhir lebih cepat dari perkiraan banyak pihak. Ia yakin perubahan geopolitik signifikan akan terjadi pascakonflik, termasuk terciptanya rute energi baru yang mengubah dinamika regional. Netanyahu menegaskan operasi militer akan berlanjut "selama diperlukan" untuk mencapai tujuan strategis Israel dan sekutunya.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

▸ TAG TOPIK

#Israel #Iran #Netanyahu #konflik militer #Timur Tengah

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Kenapa Lowongan Kerja di Jepang Lebih Banyak Dibandingkan Indonesia? Ini Penjelasannya

Thumbnail

Pesta atau Praktis? Ini Beda Cara Jepang dan Indonesia Memaknai Pernikahan

Thumbnail

Cara Iklan di Google 2026: Panduan Pemula dari Gratis ke Berbayar

Thumbnail

Reshuffle Menkeu: Fakta Purbaya Dicopot Usai Isu Mundur

Thumbnail

Detik-detik Purbaya Dicopot: Pimpin Rapat hingga Terima Telepon "Bapak", Suahasil Nazara Resmi Jadi Menkeu

Thumbnail

Viral Video Parodi Skandal Seks Biksu, Penyanyi Thailand Berkostum Nyeleneh di Kelab Malam Kena Batunya

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner