JAVASCORNER.CO.ID, LOMBOK TIMUR - Seorang pria di Lombok Timur hampir menjadi korban amukan massa setelah disangka sebagai teman pelaku pencurian. Padahal, ia hanya berniat membeli bakso di lokasi kejadian.
Peristiwa ini terjadi Sabtu malam, 11 April 2026, di Desa Lenek, Lombok Timur. Mahli, warga Pringgarata Lombok Tengah, menjadi sasaran kemarahan warga yang salah mengidentifikasi.
Kronologi Kejadian
Semua bermula dari aksi pencurian di sebuah apotek di Lenek. Pelaku berhasil melarikan diri menggunakan sepeda motor setelah ketahuan oleh pemilik toko.
Saat pemilik apotek berteriak meminta tolong, warga yang berkerumun langsung mencurigai Mahli. Pria itu kebetulan sedang berada di warung bakso terdekat.
Dugaan yang Salah
Warga menduga Mahli sebagai teman pelaku pencurian. Mereka mengira pria itu sedang menunggu atau berjaga-jaga di luar.
Tanpa konfirmasi lebih lanjut, massa langsung menggiring Mahli ke dalam apotek. Di sana, ia diinterogasi dengan keras.
Intervensi Kepolisian
Petugas dari Pospol Lenek segera tiba di lokasi setelah mendapat laporan. Mereka berusaha mengevakuasi Mahli dari kerumunan warga yang semakin emosional.
Upaya Penyelesaian
Kepala Pospol Lenek, Ipda Alam Prima Yogi, menjelaskan situasi saat itu. "Kami kesulitan menerobos kerumunan massa," ujarnya.
Petugas akhirnya berhasil membawa Mahli ke kantor polisi dengan selamat. Mereka memastikan pria itu tidak mengalami luka serius.
Klarifikasi Resmi
Ipda Alam menegaskan bahwa Mahli tidak terlibat dalam pencurian. "Orang yang sempat dipukul warga ternyata bukan teman pelaku," katanya.
Ia menambahkan, "Mahli hanya warga Pringgarata Lombok Tengah yang sedang membeli bakso. Pelaku pencurian langsung melarikan diri begitu ketahuan."
Fenomena Main Hakim Sendiri
Kasus ini kembali menyoroti praktik main hakim sendiri yang masih terjadi di masyarakat. Warga seringkali bertindak gegabah tanpa memastikan fakta terlebih dahulu.
Dampak Psikologis
Mahli mengalami trauma akibat kejadian tersebut. Sebagai warga biasa yang tidak bersalah, ia harus menghadapi amukan massa tanpa alasan jelas.
Kejadian ini mengingatkan pentingnya penanganan yang proporsional. Masyarakat seharusnya menyerahkan proses hukum kepada pihak berwajib.
Pencarian Pelaku
Hingga berita ini ditulis, polisi masih memburu pelaku pencurian yang berhasil melarikan diri. Investigasi terus dilakukan untuk mengungkap identitas pencuri tersebut.
Polisi juga mengimbau masyarakat tidak mengambil tindakan sendiri. "Laporkan saja ke kami jika melihat kejadian mencurigakan," pesan Ipda Alam.
Insiden di Lombok Timur ini menjadi pelajaran berharga tentang bahaya asumsi dan emosi massa. Mahli beruntung bisa selamat dari situasi yang hampir berujung tragis. Kini, ia berharap kejadian serupa tidak terulang pada orang lain yang hanya kebetulan berada di tempat yang salah.