Sebuah pemandangan memprihatinkan mencoreng kesucian bulan Ramadhan di wilayah Desa Cipanas, Kecamatan Cipanas, Kabupaten Cianjur. Aksi jual beli obat-obatan terlarang diduga terjadi secara terang-terangan di pinggir jalan raya tepat di depan Hotel Sindanglaya. Kejadian ini membuat warga sekitar resah dan prihatin.
Aksi Terang-terangan di Cipanas
Berdasarkan investigasi media Blitz, terlihat sekitar empat hingga lima orang pria yang diduga menjajakan barang haram tersebut dari pagi hingga malam hari. Mereka bertransaksi di pinggir jalan raya depan Hotel Sindanglaya tanpa rasa takut. Lokasi ini ramai dilalui kendaraan, membuat aksi ini semakin mencolok.
Seorang narasumber yang enggan disebutkan namanya mengungkapkan keresahannya. Ia mengaku sempat mengonfirmasi langsung kepada para penjual mengenai barang yang mereka tawarkan. "Kacau, mereka bertransaksi terang-terangan di depan Hotel Sindanglaya," tegasnya.
Barang yang Dijual
Narasumber tersebut menyebutkan bahwa penjual mengaku menjual Tramadol dan Heximer. Kedua obat ini termasuk dalam kategori obat keras yang disalahgunakan. Praktik ini tidak bisa dibiarkan karena berbahaya bagi masyarakat.
Pembeli yang Mengejutkan
Yang paling mengejutkan publik adalah identitas pembelinya. Dalam rekaman video yang beredar, tampak pembeli obat terlarang tersebut adalah perempuan. Bahkan, di antaranya ada yang mengenakan hijab, yang seharusnya melambangkan kesucian.
Fakta ini membuat banyak orang elus dada. Bagaimana mungkin di bulan Ramadhan, ada yang berani melakukan hal seperti ini? Video viral tersebut menjadi bukti nyata betapa parahnya peredaran narkoba di daerah itu.
Respon Polisi
Menanggapi hal ini, Kapolsek Pacet AKP Amir Said menyatakan keterkejutannya. Ia mengaku baru mengetahui adanya praktik ilegal yang dilakukan secara terbuka di wilayah hukumnya. "Loh kok bisa?" ujarnya saat dikonfirmasi.
AKP Amir Said berjanji akan segera turun ke lapangan untuk memeriksa kebenaran informasi tersebut. Ia dan anggota akan melakukan penyelidikan mendalam untuk mengungkap jaringan obat terlarang di Cipanas. Masyarakat diharapkan tenang dan tidak mengambil tindakan sendiri.
Kasus obat terlarang di Cipanas ini menjadi peringatan keras bagi semua pihak. Aksi terang-terangan di depan Hotel Sindanglaya menunjukkan keberanian pelaku yang sudah di luar batas. Semoga polisi bisa segera menindak tegas para pelaku dan membersihkan daerah itu dari narkoba.