Profil Try Sutrisno
Try Sutrisno, Wakil Presiden ke-6 Republik Indonesia, wafat pada Senin 2 Maret 2026 di RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta. Kabar meninggalnya disampaikan keluarga dan Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP), kemudian dikonfirmasi oleh Kementerian Sekretariat Negara.
Jenazah almarhum dimandikan di RSPAD sebelum dibawa ke rumah duka di Menteng, Jakarta Pusat. Keluarga meminta maaf atas segala kesalahan Try Sutrisno dan memohon doa agar almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT.
Masa Kecil dan Perjuangan
Try Sutrisno lahir di Surabaya pada 15 November 1935 sebagai anak ketiga dari lima bersaudara. Ayahnya bekerja sebagai sopir ambulans di Dinas Kesehatan Kota Surabaya, sehingga kehidupan keluarganya sederhana.
Masa kecilnya diwarnai situasi sulit pasca kemerdekaan Indonesia. Saat Belanda melancarkan agresi militer, keluarga Try Sutrisno mengungsi ke Mojokerto untuk menyelamatkan diri.
Berjualan Koran dan Rokok
Dalam keterbatasan ekonomi, Try Sutrisno harus berhenti sekolah sementara. Ia membantu perekonomian keluarga dengan berjualan koran dan rokok di jalanan Surabaya.
Pengalaman hidup di masa perang dan kesulitan ekonomi membentuk karakter disiplin serta keteguhan sikapnya. Nilai-nilai perjuangan ini terbawa hingga ia dewasa dan memasuki dunia militer.
Karier Militer Try Sutrisno
Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Try Sutrisno melanjutkan ke Akademi Teknik Angkatan Darat (Atekad) di Bandung. Awalnya ia gagal dalam pemeriksaan fisik, namun berhasil mendapat kesempatan kedua dan lulus pada 1959.
Karier militernya dimulai dengan pangkat Letnan Dua Zeni. Penugasan pertamanya sebagai Komandan Peleton Zeni Tempur di Palembang menjadi fondasi pengalaman lapangan yang berharga.
Dari Militer ke Politik
Pengalaman militer yang panjang membawa Try Sutrisno ke dunia politik. Disiplin dan loyalitas yang terbentuk selama bertahun-tugas di kemiliteran menjadi bekal penting saat ia menjalani peran publik.
Sebagai Wakil Presiden ke-6 RI, Try Sutrisno dikenal sebagai figur yang rendah hati namun tegas. Latar belakang militernya tidak menghalanginya untuk memahami dinamika politik sipil dengan baik.
Warisan dan Pengakuan
Try Sutrisno meninggalkan warisan sebagai pemimpin yang lahir dari rakyat biasa. Kisah perjalanannya dari penjual koran hingga istana menjadi inspirasi bagi banyak generasi Indonesia.
Meski telah wafat, nilai-nilai perjuangan dan pengabdian Try Sutrisno tetap dikenang. Ia menjadi contoh bagaimana latar belakang sederhana tidak menghalangi seseorang untuk mencapai posisi tertinggi di negara.
Pemerintah dan masyarakat memberikan penghormatan terakhir kepada salah satu putra terbaik bangsa ini. Try Sutrisno akan selalu dikenang sebagai bagian dari sejarah kepemimpinan Indonesia yang penuh warna.