Teknologi

OpenAI Kembangkan AI Militer, Pengguna ChatGPT Beralih ke Claude

Ujang Trisno Ujang Trisno 04 Mar 2026 01:08 55 Views
OpenAI AI Militer

Kontroversi OpenAI dan AI Militer

Keputusan OpenAI untuk mengembangkan teknologi kecerdasan buatan (AI) militer bersama pemerintah Amerika Serikat telah memicu gelombang protes. Banyak pengguna ChatGPT merasa khawatir dengan langkah ini, terutama menyusul mundurnya Anthropic dari kerja sama serupa.

Anthropic, pengembang Claude, sebelumnya menolak bekerja sama dengan Departemen Pertahanan AS karena alasan keamanan. Mereka meminta jaminan bahwa teknologinya tidak akan digunakan untuk pengawasan massal atau senjata otonom.

Reaksi Pengguna di Media Sosial

Di berbagai platform seperti Reddit, banyak pengguna membagikan panduan menghapus akun ChatGPT. Mereka menuduh OpenAI mengabaikan etika dengan menggandeng militer AS untuk pengembangan AI canggih.

Investor teknologi Aidan Gold menyoroti bahwa OpenAI awalnya mendukung sikap keamanan Anthropic. Namun, perusahaan kemudian menandatangani kesepakatan dengan Kementerian Perang AS setelah Anthropic menolak memberikan akses penuh.

Lonjakan Popularitas Claude

Di tengah kontroversi ini, Claude justru mengalami peningkatan popularitas yang signifikan. Aplikasi ini kini menduduki peringkat pertama di tangga unduhan Apple App Store di Amerika Serikat.

Menurut laporan TechCrunch, lonjakan pengguna Claude terjadi setelah pengumuman bahwa Anthropic batal bekerja sama dengan Departemen Pertahanan AS. Banyak konsumen sipil memilih beralih ke alternatif ini sebagai bentuk protes.

Pergeseran Pengguna AI

Di forum komunitas ChatGPT di Reddit, banyak pengguna mengaku berhenti menggunakan layanan tersebut. Mereka menilai arah kebijakan OpenAI semakin "gelap" dengan masuknya ke sektor militer.

Sebagian besar memilih Claude sebagai alternatif utama. Pergeseran ini menunjukkan sensitivitas publik terhadap isu etika dalam pengembangan teknologi AI.

Masalah Etika dan Keamanan AI

Isu etika kecerdasan buatan telah lama menjadi perdebatan panas. Banyak model AI populer dilatih menggunakan data dalam jumlah besar yang menuai kontroversi hak cipta.

AI juga dinilai berpotensi memicu pemutusan hubungan kerja massal. Selain itu, teknologi ini mengonsumsi energi dalam skala besar yang menjadi perhatian lingkungan.

Batasan Penggunaan AI Militer

Pekan lalu, Anthropic secara terbuka menyatakan penolakannya terhadap penggunaan AI untuk "pengawasan massal" dan "senjata otonom sepenuhnya." Perusahaan menilai perlu batasan dan jaminan keamanan yang jelas.

Namun, pemerintah Donald Trump disebut tidak bersedia menyetujui persyaratan tersebut. Ini yang akhirnya membuat Anthropic memutuskan untuk mundur dari kerja sama.

Masa Depan AI dalam Pertahanan

OpenAI mengklaim perjanjiannya dengan militer AS memuat jaminan keamanan lebih kuat. Mereka menyatakan akan menerapkan prinsip-prinsip pengamanan terkait pengawasan massal dan senjata otonom.

Meski begitu, banyak pengguna tetap skeptis terhadap frasa "untuk semua tujuan yang sah" dalam perjanjian. Frasa ini dianggap multitafsir dan berpotensi disalahgunakan.

Penggunaan Claude di Pemerintahan

Menariknya, meski Anthropic menolak menandatangani perjanjian, Claude masih digunakan secara luas di berbagai lembaga pemerintah AS. Operasi militer AS di Iran dalam beberapa hari terakhir juga didukung teknologi AI dari Anthropic.

Presiden Donald Trump menyebut Anthropic sebagai perusahaan "radikal kiri" dan meminta lembaga pemerintah menghentikan penggunaan Claude. Namun, transisi penuh ke ChatGPT diperkirakan memakan waktu berbulan-bulan.

Perdebatan mengenai etika dan batasan penggunaan AI diperkirakan akan terus berlanjut. Teknologi ini semakin berperan besar baik dalam sektor pertahanan maupun kehidupan sehari-hari masyarakat.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

▸ TAG TOPIK

#OpenAI #ChatGPT #Claude #AI Militer #Etika AI

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mentan Arman Murka, Petani di Banggai Diduga Diminta Mahar Rp150 Juta demi Bantuan Kementan

Thumbnail

Viral Diduga Aksi Arogan Pria Berbaju Merah Bentak Wisatawan di Stasiun Gambir

Thumbnail

Ruben Onsu Buka Suara soal Betrand Peto yang Diduga Terlibat Kasus TPKS, Minta Publik Tak Berspekulasi

Thumbnail

Curhat Guru di Sleman, Korban Dugaan Keracunan MBG Mengaku Tanggung Pengobatan Sendiri

Thumbnail

Viral YouTuber Inggris Keluhkan Harga Nasi Goreng dan Bir Rp240 Ribu di Indonesia

Thumbnail

Dedi Mulyadi Berduka atas Kepergian Penyanyi Kanaya Whu: Surga Untukmu, Teh

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner