JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Sebuah perusahaan media kecil di Iran, Explosive Media, menggunakan video animasi Lego untuk mengejek Presiden Amerika Serikat Donald Trump. Klip-klip tersebut menampilkan Trump dengan celana terbakar atau berkeringat deras, dan telah menyebar luas di media sosial, termasuk dibagikan oleh akun-akun rezim Iran.
Video Lego Trump
Explosive Media mengklaim "sepenuhnya independen" dari rezim Iran, tetapi mengaku kepada BBC bahwa Teheran adalah "pelanggan" mereka. Video-video tersebut tidak hanya mengejek Trump secara visual, tetapi juga menyisipkan peristiwa berita, seperti gencatan senjata baru-baru ini dan deklarasi Trump bahwa Selat Hormuz telah dibuka.
Salah satu video menggambarkan Trump yang panik memerintahkan serangan udara setelah melihat "Berkas Epstein" bersama Setan. Klip-klip ini bahkan masuk ke dalam pesan-pesan pengunjuk rasa AS yang menentang perang Trump di Iran.
Persidangan Geng El Salvador
Hampir 490 terduga anggota geng Mara Salvatrucha (MS-13) diadili bersama-sama di El Salvador. Negara Amerika Tengah ini melakukan persidangan massal terhadap ribuan terduga anggota geng, yang banyak di antaranya telah menghabiskan bertahun-tahun di penjara tanpa dakwaan.
Kantor kejaksaan agung mengatakan 486 terduga anggota MS-13 diadili atas 47.000 kejahatan, termasuk 29.000 pembunuhan, yang dilakukan antara 2012 dan 2022. Persidangan ini merupakan bagian dari penindakan anti-geng yang dilakukan Presiden Nayib Bukele.
Revisi Ekspor Senjata Jepang
Pemerintah Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi menyetujui pedoman baru yang memungkinkan penjualan kapal perang, drone tempur, dan rudal buatan Jepang ke 17 negara, termasuk Australia. Langkah ini menjauh dari kebijakan pasifis pasca Perang Dunia II.
"Mengingat lingkungan keamanan yang semakin menantang, saya percaya tidak ada negara yang kini dapat menjaga perdamaian dan keamanannya sendiri," kata Takaichi. Namun, ia menekankan bahwa "prinsip inti" Jepang sebagai negara pasifis tetap tidak berubah.
Degradasi Leicester City
Mantan juara Premier League, Leicester City, akan bermain di divisi ketiga sepak bola Inggris musim depan. Klub yang meraih gelar juara paling tak terduga pada 2016 itu hanya mampu bermain imbang 2-2 dengan Hull, sehingga gagal menghindari degradasi.
Leicester, yang juga memenangkan Piala FA pada 2021, berada di urutan kedua dari bawah di Championship. Degradasi ini terjadi setelah klub dikurangi enam poin karena melanggar aturan keuangan pada promosi musim 2023-24.
Perjalanan Leicester dari puncak ke jurang degradasi dalam satu dekade menjadi kisah yang mencengangkan. Kini, mereka harus membangun kembali dari divisi ketiga.