Viral

Pakan Mahal, Telur Dinego Cashback? Peternak Sukoharjo Curhat Dugaan Markup MBG

Ujang Trisno Ujang Trisno 22 Aug 2026 22:55 31 Views
Pakan Mahal, Telur Dinego Cashback? Peternak Sukoharjo Curhat Dugaan Markup MBG

Pakan Mahal, Telur Dinego Cashback? Peternak Sukoharjo Curhat Dugaan Markup MBG

JAVASCORNER.CO.ID, SUKOHARJO - Seorang peternak ayam petelur di Sukoharjo, Jawa Tengah, mengungkap dugaan praktik markup harga telur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Melalui akun Threads @tre_mony_simo, ia membagikan bukti percakapan WhatsApp dengan oknum yang mengaku dari Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) setempat.

Kronologi Percakapan

Dalam tangkapan layar yang diunggah, terlihat pihak pembeli menanyakan harga telur per kilogram. Peternak menjawab harga saat itu Rp21.600 per kilogram. Namun, pihak pembeli menawarkan skema cashback dengan mematok harga di nota tagihan Rp25.000 per kilogram.

"Sistem cashback, misalnya harga telur saya beli dari jenengan 21rb, masuk dapur 25. Nanti jenengan dapat pembayaran full 25 tapi nanti 4000-nya ditransfer kembali ke rekening PT karna harga beli saya 21000," tulis calon pembeli dalam pesan tersebut.

Artinya, peternak diminta menulis harga lebih tinggi di nota, lalu selisihnya dikembalikan ke rekening perusahaan. Praktik semacam ini berpotensi merugikan keuangan negara.

Reaksi Peternak dan Netizen

Peternak mengaku kecewa karena di tengah harga pakan yang mahal, mereka justru diminta melakukan praktik tidak transparan. "Di saat kami peternak ayam petelur pusing cari duit tambahan untuk beli pakan, datanglah Dapur MBG minta cashback Rp4.000 per kilo. Uang negara tidak sampai ke peternak maupun penerima manfaat MBG," tulisnya.

Unggahan ini viral dan memicu beragam komentar. Banyak netizen menyayangkan adanya indikasi manipulasi harga dan mendesak pihak berwenang melakukan pengawasan ketat.

Dugaan Permainan Harga

Praktik markup harga dalam program pengadaan pangan memang bukan hal baru. Namun, jika terbukti, tindakan ini melanggar aturan dan merugikan banyak pihak. Berikut rincian kerugian yang mungkin timbul:

No Pihak Dampak
1 Peternak Kehilangan potensi pendapatan karena harus mengembalikan selisih harga
2 Penerima manfaat Kualitas gizi bisa berkurang jika harga telur dipatok terlalu tinggi
3 Negara Anggaran membengkak dan berpotensi korupsi

Total kerugian negara bisa sangat besar jika praktik ini meluas. Harga telur yang dimarkup Rp4.000 per kilogram mungkin terlihat kecil, namun jika volume pembelian ribuan ton per bulan, angkanya fantastis.

Harapan Pengawasan

Kasus ini menjadi pengingat pentingnya pengawasan ketat dalam pelaksanaan program MBG. Masyarakat berharap KPK dan BPKP turun tangan menyelidiki dugaan markup ini. Peternak juga berharap ada transparansi harga agar program berjalan sesuai tujuannya.

Hingga berita ini diturunkan, pihak SPPG Sukoharjo belum memberikan tanggapan resmi. Namun, viralnya kasus ini diharapkan menjadi momentum untuk perbaikan tata kelola program MBG ke depan.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar Arsitektur Web di PT Javas Corner Media | Cyber Security di PT Cyber Security Internasional | Kontributor Riset Data Cyber Indonesia.

▸ TAG TOPIK

#Sukoharjo #peternak ayam petelur #MBG #SPPG #markup harga

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mahasiswa S-2 Unpam Edukasi Keamanan Digital untuk 118 Siswa SMK di Depok

Thumbnail

TASPEN Perkuat Keamanan Digital, Lindungi Data Peserta dengan Sistem Berlapis

Thumbnail

Dudung Sebut Kedaulatan Digital Kini Jadi Penentu Keamanan Nasional

Thumbnail

Privy Terapkan Keamanan Digital Sejak Tahap Awal, Bukan Sekadar Tambalan

Thumbnail

AI Temukan Celah PHP yang Sebabkan Situs Pemerintah Dunia Lumpuh Sementara

Thumbnail

Pengelola Website Diminta Segera Tambal Celah PHP2Shell, Ini Langkahnya

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner