JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Kepolisian Korea Selatan menyelidiki ancaman pembunuhan terhadap pelatih tim nasional Hong Myung-bo usai Timnas Korea Selatan gagal melaju ke babak gugur Piala Dunia 2026. Aparat memperketat pengamanan menjelang kepulangan Hong ke Tanah Air.
Ancaman Bermula dari Media Sosial
Ancaman tersebut muncul melalui media sosial tak lama setelah Taegeuk Warriors tersingkir akibat kalah selisih gol di fase grup. Hasil ini memicu gelombang kekecewaan suporter yang menilai tim gagal memenuhi ekspektasi.
Menurut laporan, pelaku yang mengunggah ancaman mengaku sebagai pria berusia 41 tahun berkewarganegaraan Amerika Serikat. Dalam unggahannya, ia mengancam akan membunuh Hong Myung-bo saat sang pelatih tiba di Bandara Internasional Incheon.
Kepolisian langsung melakukan penyelidikan untuk mengidentifikasi pelaku dan mempertimbangkan penerapan pasal terkait intimidasi. Pengamanan di bandara serta sejumlah lokasi yang diperkirakan akan dikunjungi Hong ditingkatkan.
Reaksi Publik dan Penjagaan Ketat
Kemarahan publik terhadap Hong semakin memuncak setelah Korea Selatan gagal lolos ke babak 32 besar. Padahal, Son Heung-min dan rekan-rekannya sempat mengawali turnamen dengan kemenangan 2-1 atas Republik Ceko.
Namun, performa Taegeuk Warriors kemudian menurun drastis. Korea Selatan menelan dua kekalahan beruntun dari tuan rumah Meksiko dan Afrika Selatan. Kekalahan 0-1 pada laga terakhir fase grup memastikan langkah mereka terhenti lebih awal.
Kekecewaan suporter juga terlihat di dunia maya. Beredar gambar hasil rekayasa yang menggambarkan Hong meminta para pemain berpencar setibanya di bandara. Selain itu, sejumlah restoran dan kafe di Provinsi Gyeonggi dilaporkan memasang tulisan yang melarang Hong masuk.
Sorotan terhadap Hong sebenarnya sudah muncul sejak penunjukannya sebagai pelatih kepala pada 2024. Proses pemilihannya saat itu menuai kritik karena dianggap tidak transparan. Bahkan sebelum Piala Dunia dimulai, petisi yang menuntut pemecatan Hong sempat mengumpulkan dukungan besar hingga memicu peninjauan oleh Majelis Nasional Korea Selatan.
Kini, aparat keamanan memfokuskan upaya untuk melindungi Hong Myung-bo sekaligus memburu pelaku yang diduga menyebarkan ancaman pembunuhan tersebut.