JAVASCORNER.CO.ID, SOLO - Seorang pemudik perempuan asal Nusa Tenggara Barat terlantar di Terminal Tirtonadi, Solo, Minggu (15/3/2026). Ia diduga menjadi korban penipuan tiket bus saat hendak melanjutkan perjalanan mudik menuju Riau.
Kronologi Penipuan
Petugas terminal menemukan korban dalam keadaan kebingungan. Perempuan itu tidak memiliki tiket lanjutan untuk mencapai tujuan akhir di Riau.
Kepala Divisi Pengawasan dan Pengendalian Terminal Tirtonadi, Sunardi, mengungkapkan kronologi kejadian. Korban membeli tiket perjalanan dari NTB menuju Sumatera dengan harga sekitar Rp1,55 juta.
"Korban membeli tiket dari NTB menuju Sumatera, tetapi ternyata bus yang dinaiki hanya memiliki trayek sampai Surabaya," jelas Sunardi.
Korban diberangkatkan menggunakan bus PO Titian Mas dari Lombok. Perusahaan otobus tersebut hanya melayani rute NTB hingga Surabaya.
Bantuan Petugas Terminal
Setibanya di Surabaya, korban dipindahkan ke perjalanan lain hingga tiba di Solo. Di Terminal Tirtonadi, ia baru menyadari tidak ada tiket lanjutan menuju Riau.
Petugas segera melakukan pendampingan dan menelusuri informasi perjalanan korban. Hasil klarifikasi menunjukkan indikasi kuat penipuan tiket perjalanan.
Pengelola terminal memfasilitasi pembelian tiket baru agar korban bisa melanjutkan perjalanan. Korban akhirnya berangkat menuju Riau menggunakan bus PO SAN sekitar pukul 15.00 WIB.
"Petugas membantu mencarikan solusi agar korban tetap bisa melanjutkan perjalanan sampai tujuan," kata Sunardi.
Imbauan Kehati-hatian
Sunardi mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat membeli tiket perjalanan. Khususnya menjelang musim mudik Lebaran seperti sekarang.
Calon penumpang diimbau memastikan tiket dibeli dari agen resmi. Langkah ini penting untuk menghindari praktik penipuan yang merugikan.
Verifikasi trayek dan perusahaan otobus sebelum melakukan pembelian. Pastikan informasi perjalanan jelas dan transparan.
Arus Mudik Meningkat
Terminal Tirtonadi mencatat peningkatan jumlah penumpang sejak dibukanya posko angkutan Lebaran. Hingga H-7 Lebaran, kenaikan mencapai sekitar tiga persen dibanding hari biasa.
Sebagian besar penumpang berasal dari program mudik gratis wilayah Jabodetabek. Arus mudik diperkirakan terus meningkat mendekati hari H Lebaran.
Petugas terminal meningkatkan pengawasan dan pendampingan penumpang. Tujuannya mencegah kejadian serupa terulang dan memastikan kelancaran perjalanan mudik.
Kesiapan terminal menghadapi puncak arus mudik terus ditingkatkan. Masyarakat diharapkan tetap waspada dan memilih layanan transportasi yang terpercaya.