Viral

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau Dihentikan Sementara, Besok Area Diperluas

Ujang Trisno Ujang Trisno 08 Sep 2026 22:48 3 Views
Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau Dihentikan Sementara, Besok Area Diperluas

Pencarian 5 Jurnalis Hilang di Perairan Anak Krakatau Dihentikan Sementara, Besok Area Diperluas

Javas Corner - Pencarian terhadap lima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak saat hendak meliput erupsi Gunung Anak Krakatau di Selat Sunda, Banten, telah dihentikan sementara pada Selasa (8/9/2026) sore. Tim SAR gabungan akan kembali melanjutkan upaya pencarian pada Rabu (9/9/2026) dengan memperluas area operasi dari Carita hingga kawasan Gunung Anak Krakatau.

 

Kepala Basarnas Banten, Al Amrad, mengonfirmasi bahwa pencarian hari ini dilakukan oleh dua tim menggunakan Rescue Rigid Inflatable Boat (RIB) dari Pandeglang yang terdiri dari enam personel dan KN SAR 247 Tetuka dengan 20 personel. Tim menyisir lokasi awal hilangnya kontak hingga Pulau Rakata dan Pulau Panjang.

 

"Pada pukul 18.15 WIB tim kami sudah balik dari lokasi, dan akan dilanjutkan besok pagi. Rencananya besok tim akan memperluas area pencarian dari mulai Carita sampai ke Gunung Anak Krakatau," ujar Al Amrad kepada wartawan, Selasa (8/9/2026).

 

Kronologi Hilangnya Kontak

 

Kapal cepat bernama Arupadhatu 1 yang membawa rombongan jurnalis dilaporkan hilang kontak di perairan Selat Sunda, Kabupaten Pandeglang, Banten. Kapal tersebut bertolak dari Dermaga Pagedongan, Carita, Pandeglang, pada Senin (7/9/2026) sekitar pukul 14.00 WIB menuju kawasan Gunung Anak Krakatau untuk meliput aktivitas erupsi.

 

Berdasarkan data Basarnas Banten, kapal tersebut membawa tujuh orang, terdiri dari lima jurnalis, satu nahkoda, dan satu anak buah kapal (ABK). Kelima jurnalis yang dilaporkan hilang kontak yakni:

 

1. M. Bagus Khoirunnas (Fotografer Antara Banten)

2. Ari Basuki (Jurnalis Merdeka)

3. Yudhis (Jurnalis iNews)

4. Daus (Jurnalis Anadolu)

5. Donal (Jurnalis freelance)

 

Komunikasi Terakhir Terputus Mendadak

 

Basarnas Banten menerima laporan kapal hilang kontak pada Selasa (8/9/2026) pukul 13.55 WIB dari Bayu Antara Banten. Komunikasi terakhir tercatat pada Senin (7/9/2026) pukul 14.42 WIB, saat salah satu jurnalis mengirimkan posisi terkini kepada jurnalis di Lampung bernama Abay.

 

Namun, pada pukul 15.04 WIB, komunikasi dengan kapal tersebut tiba-tiba terputus. Titik koordinat komunikasi terakhir berada di 6°14'40.52"S 105°40'49.48"E, atau sekitar 9,98 mil laut dari daratan.

 

Setelah komunikasi terputus, tidak ada lagi kabar dari kapal beserta seluruh penumpangnya. Kondisi cuaca di sekitar perairan Selat Sunda saat itu dikabarkan kurang bersahabat dengan gelombang yang cukup tinggi, ditambah dengan aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau yang masih berlangsung.

 

Upaya Pencarian yang Terkendala

 

Pencarian pada hari pertama menghadapi sejumlah kendala, termasuk kondisi cuaca yang tidak menentu dan area pencarian yang luas. Tim SAR gabungan yang terdiri dari Basarnas, TNI AL, Polri, dan relawan terus berupaya maksimal meskipun medan pencarian yang berat.

 

"Kami akan terus berupaya semaksimal mungkin. Besok area pencarian akan diperluas dan kami akan mengerahkan seluruh sumber daya yang ada," tambah Al Amrad.

 

Duka dan Harapan dari Keluarga

 

Keluarga para jurnalis yang hilang kontak kini menunggu dengan cemas di dermaga Pagedongan. Mereka berharap agar proses pencarian dapat berjalan cepat dan membuahkan hasil. Doa dan dukungan pun terus mengalir dari berbagai kalangan, termasuk rekan-rekan jurnalis dan masyarakat luas.

 

Salah satu keluarga mengungkapkan bahwa mereka berharap kapal hanya mengalami kendala komunikasi dan semua awak dalam keadaan selamat. Namun, waktu yang terus berjalan tanpa kabar membuat kekhawatiran semakin mendalam.

 

Imbauan untuk Waspada

 

Kejadian ini menjadi pengingat bagi semua pihak tentang risiko yang dihadapi para jurnalis dalam menjalankan tugas peliputan di lokasi-lokasi berbahaya. Aktivitas Gunung Anak Krakatau yang masih berstatus siaga membuat perairan sekitarnya menjadi zona yang tidak aman.

 

Masyarakat dan wisatawan diimbau untuk tidak mendekati kawasan Gunung Anak Krakatau dalam radius 3 kilometer dari pusat aktivitas. Para nelayan dan pelaku usaha di sekitar perairan Selat Sunda juga diminta untuk selalu waspada terhadap perubahan cuaca dan aktivitas vulkanik.

 

Javas Corner akan terus memantau perkembangan pencarian kelima jurnalis ini dan menyampaikan informasi terbaru kepada publik.

 

#AnakKrakatau #JurnalisHilang #SelatSunda #Basarnas #Pencarian #Erupsi #Banten #JavasCorner #BeritaTerkini #Jurnalis #Keselamatan

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mentan Arman Murka, Petani di Banggai Diduga Diminta Mahar Rp150 Juta demi Bantuan Kementan

Thumbnail

Viral Diduga Aksi Arogan Pria Berbaju Merah Bentak Wisatawan di Stasiun Gambir

Thumbnail

Ruben Onsu Buka Suara soal Betrand Peto yang Diduga Terlibat Kasus TPKS, Minta Publik Tak Berspekulasi

Thumbnail

Curhat Guru di Sleman, Korban Dugaan Keracunan MBG Mengaku Tanggung Pengobatan Sendiri

Thumbnail

Viral YouTuber Inggris Keluhkan Harga Nasi Goreng dan Bir Rp240 Ribu di Indonesia

Thumbnail

Dedi Mulyadi Berduka atas Kepergian Penyanyi Kanaya Whu: Surga Untukmu, Teh

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner