JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Pengamanan ketat diterapkan di Gereja Katedral Jakarta selama pelaksanaan ibadah Jumat Agung 2026, mengingat sesi pertama ibadah akan bersamaan dengan Salat Jumat di Masjid Istiqlal. Kapolres Metro Jakarta Pusat Kombes Reynold Hutagalung mengatakan, kepolisian bekerja sama dengan TNI menurunkan 106 personel untuk mengamankan jalannya ibadah dan prosesi Jumat Agung.
Pengamanan Terpadu
Kombes Reynold Hutagalung menegaskan kesiapan aparat dalam keterangan tertulisnya pada Jumat (3/4/2026). "Saat ini kami melaksanakan kegiatan pengamanan giat ibadah Jumat Agung," ujarnya. Ibadah ini mendapat perhatian khusus karena bertepatan dengan pelaksanaan Salat Jumat.
Sebelum pengamanan dimulai, petugas melakukan apel bersama sekitar pukul 06.00 WIB. Mereka berasal dari gabungan Polri dan TNI yang telah berkoordinasi sebelumnya.
Titik Strategis
Personel ditempatkan di sejumlah lokasi yang dianggap krusial. Reynold memastikan semua titik akan dijaga hingga ibadah usai.
Lokasi Pengamanan
- Pintu 3 khusus VIP
- Pintu 2 dengan fasilitas X-Ray
- Ursula Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan Masjid Istiqlal dengan Gereja Katedral
"Begitu giat misa selesai, akan saya buka semua, jadi ke-6 pintu saya minta agar ada anggota yang berjaga," tambah Reynold. Pengamanan ini mencakup seluruh akses menuju gereja.
Rangkaian Ibadah
Pengamatan di lokasi pada pukul 08.50 WIB menunjukkan rangkaian kegiatan telah dimulai. Ibadah Jumat Agung diawali dengan pentas drama musikal Jalan Salib yang diperankan anggota Orang Muda Katolik (OMK).
Drama musikal ini menjadi bagian dari persiapan misa pertama yang dimulai pukul 12.00 WIB. Sampai berita ini dibuat, pentas masih berlangsung dan menarik perhatian ratusan jemaat yang hadir sejak pagi.
Jadwal Utama
- Drama musikal Jalan Salib (pagi hari)
- Misa pertama Jumat Agung (12.00 WIB)
- Prosesi lanjutan sesuai liturgi
Konteks Lokasi
Gereja Katedral Jakarta terletak berseberangan dengan Masjid Istiqlal. Kedekatan lokasi ini menjadi pertimbangan utama dalam penyelenggaraan pengamanan terpadu. Terowongan Silaturahmi yang menghubungkan kedua tempat ibadah juga mendapat pengawasan ekstra.
Momentum Jumat Agung yang bertepatan dengan Salat Jumat menciptakan kondisi yang memerlukan koordinasi lintas instansi. Masyarakat diharapkan tetap tenang dan mematuhi arahan petugas selama pelaksanaan ibadah berlangsung.
Keberhasilan pengamanan hari ini dapat menjadi contoh kolaborasi antarumat beragama di ibu kota. Semua pihak berharap ibadah dapat berjalan lancar tanpa gangguan berarti.