Ekonomi

Perang AS-Iran Picu Harga Minyak Naik 24%, BBM Indonesia Terancam

Arjuna Wicaksana Arjuna Wicaksana 12 Mar 2026 04:50 105 Views
Perang AS-Iran Picu Harga Minyak Naik 24%, BBM Indonesia Terancam

Perang AS-Iran Picu Harga Minyak Naik 24%, BBM Indonesia Terancam

JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Konflik bersenjata antara Amerika Serikat dan Israel melawan Iran memicu lonjakan harga minyak dunia hingga 24%. Eskalasi militer yang dimulai akhir Februari 2026 mengancam stabilitas pasokan energi global, dengan dampak langsung terhadap Indonesia sebagai negara pengimpor minyak.

Lonjakan Harga Minyak Global

Harga minyak mentah Brent Crude mencapai US$114 per barel pada 9-11 Maret 2026. Kenaikan 23-25% ini terjadi dalam hitungan hari setelah konflik memanas.

West Texas Intermediate (WTI) AS bahkan menyentuh US$118 per barel. Lonjakan ini melampaui asumsi APBN 2026 sebesar US$70 per barel.

Ancaman penutupan Selat Hormuz memperparah situasi. Jalur vital ini mengalirkan 20% pasokan minyak dunia setiap hari.

Dampak ke Indonesia

Sebagai net importer minyak, Indonesia langsung merasakan tekanan. Kenaikan harga minyak dunia meningkatkan biaya impor dan subsidi energi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengingatkan potensi kenaikan BBM. Situasi mirip terjadi saat perang Ukraina berlangsung.

Stok cadangan BBM nasional hanya bertahan 20-23 hari. Persediaan operasional ini dinilai "sangat riskan" oleh pengamat energi.

Kekhawatiran meningkat jelang Idulfitri. Konsumsi BBM biasanya melonjak selama periode mudik dan liburan.

Respons Pemerintah

Pemerintah menegaskan belum akan menaikkan harga BBM subsidi. Kebijakan ini bertujuan menjaga daya beli masyarakat di tengah gejolak.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan perang "segera berakhir". Pernyataan ini sempat meredam harga minyak ke kisaran US$80-90 per barel.

Indonesia aktif mendorong diplomasi perdamaian. Pemerintah mengimbau semua pihak menahan diri untuk mencegah eskalasi lebih lanjut.

Warga dihimbau tidak panik membeli BBM. Pemerintah berupaya menjaga pasokan tetap stabil meski situasi global tidak pasti.

Prospek Ke Depan

Analis memperingatkan harga minyak bisa tembus US$120-150 per barel. Kondisi ini terjadi jika konflik berlarut tanpa penyelesaian diplomatik.

Kenaikan ekstrem akan memicu inflasi dan tekanan fiskal. Subsidi energi pemerintah bisa membengkak melebihi anggaran yang disiapkan.

Pemerintah berupaya diversifikasi sumber impor minyak. Langkah ini mengurangi ketergantungan pada satu kawasan geopolitik rawan.

Penguatan cadangan energi jangka panjang menjadi prioritas. Indonesia perlu mempersiapkan sistem yang lebih tangguh menghadapi gejolak global.

Dunia masih menunggu perkembangan konflik. Setiap eskalasi atau de-eskalasi akan langsung berdampak pada ekonomi global, termasuk Indonesia.

Arjuna Wicaksana

// Verified Author

Arjuna Wicaksana

Staff Redaksi

Menganalisis tren teknologi masa depan dan transformasi digital.

▸ TAG TOPIK

#harga minyak #BBM #perang AS-Iran #ekonomi Indonesia #energi

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

5 Cara Terpercaya Hasilkan Uang dari Internet di 2026, Modal Kecil

Thumbnail

Cara Rehabilitasi Narkoba di BNN: Gratis, Rahasia, dan Lengkap

Thumbnail

Darurat Narkoba: 50 Orang Meninggal Setiap Hari, BNN Rilis Data Terbaru

Thumbnail

Panduan Jual Akun Last Fortress: Underground Agar Laku Mahal

Thumbnail

Pramono Anung Minta Sopir Alphard Cekcok dengan Satpam Bundaran HI Diberi Sanksi

Thumbnail

Kakek di Wajo Ngamuk dan Ludahi Kasir Ayam Goreng Gegara Ditanya 'Ada Uang?'

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner