Keuangan

Perang Iran Meluas, Inflasi RI Meroket: Mampukah IHSG Melawan Tekanan?

Ujang Trisno Ujang Trisno 03 Mar 2026 06:30 82 Views
IHSG tekanan geopolitik

Dampak Perang Iran pada Pasar Keuangan Indonesia

Pasar keuangan dalam negeri kompak ditutup melemah pada awal pekan ini. Rupiah dan bursa saham jatuh terimbas perang Iran vs Israel dan Amerika Serikat (AS). Situasi ini memicu kekhawatiran pasar terhadap potensi gangguan pasokan energi global.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan menghadapi tekanan pada hari ini. Investor asing mencatat net sell signifikan, mencerminkan sentimen negatif yang meluas.

Performa IHSG di Tengah Tekanan Geopolitik

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) turun semakin dalam pada akhir perdagangan Senin (2/3/2026). Indeks turun 206,29 poin atau -2,5% ke level 8.029,2.

Sebanyak 108 saham naik, 671 turun, dan 41 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 29,8 triliun dengan kapitalisasi pasar terperosok menjadi Rp 14.342 triliun.

Penyebab Anjloknya IHSG

Penyebab anjloknya IHSG adalah imbas konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang makin meningkat. Kabar tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei memperburuk situasi.

Hanya sektor energi yang berada di zona hijau, sedangkan sisanya parkir di zona merah. Ini menunjukkan betapa dalamnya dampak konflik terhadap pasar.

Pergerakan Nilai Tukar Rupiah

Nilai tukar rupiah menutup perdagangan awal pekan ini dengan pelemahan tajam terhadap dolar Amerika Serikat (AS). Rupiah terdepresiasi ke level Rp16.860/US$, terlemah dalam dua pekan.

Pergerakan rupiah banyak dipengaruhi oleh respon pelaku pasar terhadap meningkatnya eskalasi geopolitik di Timur Tengah. Serangan AS dan Israel ke Iran memperkuat tekanan pada mata uang.

Faktor Pendorong Pelemahan Rupiah

Selain konflik utama, Iran dilaporkan melancarkan serangan terhadap aset-aset AS di sejumlah negara sekitarnya. Negara seperti Uni Emirat Arab, Bahrain, dan Arab Saudi turut terdampak.

Seiring menguatnya dolar AS di pasar global, rupiah semakin tertekan. Investor mencari aset safe haven di tengah ketidakpastian.

Kondisi Pasar Obligasi Indonesia

Dari pasar obligasi, imbal hasil Surat Berharga Negara (SBN) tenor 10 tahun melonjak menjadi 6,48%. Lonjakan ini menandai aksi jual investor yang menyebabkan harga SBN jatuh.

Naiknya imbal hasil SBN mencerminkan meningkatnya premi risiko yang diminta investor. Pasar obligasi turut merasakan dampak ketegangan geopolitik yang berlarut.

Proyeksi Ke Depan

Pasar keuangan Indonesia masih akan menghadapi tekanan IHSG di hari-hari mendatang. Faktor geopolitik dan inflasi menjadi tantangan utama yang harus diwaspadai.

Investor disarankan untuk lebih selektif dalam mengambil keputusan investasi. Memantau perkembangan konflik dan kebijakan pemerintah menjadi kunci penting.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar Arsitektur Web di PT Javas Corner Media | Cyber Security di PT Cyber Security Internasional | Kontributor Riset Data Cyber Indonesia.

▸ TAG TOPIK

#IHSG #pasar keuangan #konflik geopolitik #dolar AS #rupiah

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mahasiswa S-2 Unpam Edukasi Keamanan Digital untuk 118 Siswa SMK di Depok

Thumbnail

TASPEN Perkuat Keamanan Digital, Lindungi Data Peserta dengan Sistem Berlapis

Thumbnail

Dudung Sebut Kedaulatan Digital Kini Jadi Penentu Keamanan Nasional

Thumbnail

Privy Terapkan Keamanan Digital Sejak Tahap Awal, Bukan Sekadar Tambalan

Thumbnail

AI Temukan Celah PHP yang Sebabkan Situs Pemerintah Dunia Lumpuh Sementara

Thumbnail

Pengelola Website Diminta Segera Tambal Celah PHP2Shell, Ini Langkahnya

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner