JAVASCORNER.CO.ID, MAKASSAR - Aksi perang-perangan menggunakan senjata mainan berpeluru jeli semakin meresahkan warga Kota Makassar, Sulawesi Selatan. Aktivitas ini terjadi di badan jalan hingga mengganggu lalu lintas dan menimbulkan korban luka, seperti terlihat dalam video viral di Jalan Andi Djemma pada Minggu (8/3/2026).
Insiden Viral di Jalan Andi Djemma
Video yang diunggah akun @makassar_iinfo menunjukkan seorang pengendara mobil terpaksa memutar balik di Jalan Andi Djemma dekat pertigaan Jalan Veteran Selatan. Pengendara itu enggan melintas karena sekelompok pemuda dan remaja memadati jalan sambil bermain perang-perangan.
Belakangan diketahui, pengendara tersebut adalah Direktur Umum Perumda Parkir Makassar Raya, Saharuddin Said. Mantan anggota DPRD Kota Makassar itu merasa dirugikan karena tidak bisa melintas di jalan yang dulunya bernama Jalan Landak Baru.
"Saya mau lewat Landak Baru tapi kayaknya harus mutar karena ada orang main tembak-tembak baru menutup jalan, ini jam 07.30. Tolong ini pak di Jalan Landak Baru ini saya kira nda bisa dibiarkan dan harus dilapor," ungkap Saharuddin dalam video tersebut.
Dampak dan Korban
Bukan pertama kalinya fenomena ini terjadi. Beberapa hari sebelumnya, aksi serupa juga viral di media sosial. Sekelompok remaja terlihat melakukan tembak-tembakan menggunakan senjata mainan di Jalan Andi Djemma, Kecamatan Rappocini.
Aktivitas ini tidak hanya menimbulkan kegaduhan. Beberapa warga melaporkan anaknya mengalami luka akibat terkena peluru jeli atau butiran plastik berstruktur keras. Bahkan ada yang mengenai mata.
Permainan tersebut dinilai sudah sangat mengganggu ketertiban masyarakat. Warga sekitar resah karena dilakukan di tengah jalan yang seharusnya menjadi akses transportasi umum.
Respons Pihak Berwajib
Pemerintah dan kepolisian diminta segera mengupayakan regulasi penanganan serius terhadap aktivitas ini. Salah satu yang didorong adalah penerbitan Peraturan Wali Kota (Perwali) sebagai dasar hukum.
Kapolrestabes Makassar, Kombes Arya Perdana, menjelaskan bahwa regulasi tersebut diharapkan menjadi landasan untuk menindak kelompok-kelompok yang mengganggu masyarakat. Langkah ini dianggap penting untuk mencegah insiden serupa terulang.
Masyarakat Makassar berharap adanya tindakan tegas agar jalanan kembali aman dan nyaman bagi semua pengguna. Kejadian ini menjadi peringatan tentang pentingnya menjaga ketertiban di ruang publik.