JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Polri Pejaten menggelar uji coba perdana pembagian Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan sistem prasmanan di SMA Kemala Bhayangkari 1 Pejaten, Jakarta Selatan, Rabu (22/4/2026). Model penyajian ini bertujuan meningkatkan kebersamaan siswa sekaligus menekan angka sisa makanan.
Latar Belakang
SPPG Polri Pejaten terus berinovasi dalam pelaksanaan program MBG. Kali ini, mereka mencoba metode prasmanan yang belum pernah diterapkan sebelumnya. Kepala SPPG Polri Pejaten, Muhamad Iqbal Salim, mengatakan uji coba ini merupakan tindak lanjut arahan pimpinan untuk menyambut Hari Bhayangkara.
"Skema ini juga dipersiapkan untuk pelaksanaan MBG secara prasmanan pada momentum Hari Bhayangkara, khususnya di SPPG yang berada di bawah naungan Polri," ujar Iqbal dalam keterangan resmi.
Tujuan dan Manfaat
Melatih Kedisiplinan
Iqbal menjelaskan, sistem prasmanan dapat melatih ketertiban dan kedisiplinan siswa. Mereka harus antre dan mengambil makanan sendiri sesuai porsi yang dibutuhkan.
"Dari sisi menu dan hitungan gizi tetap terukur karena kami menggunakan sendok takar sesuai arahan ahli gizi," tambahnya.
Mengurangi Food Waste
Salah satu keunggulan utama sistem prasmanan adalah potensi menekan angka sisa makanan atau food waste. Siswa bisa menyesuaikan porsi sesuai selera dan kebutuhan, sehingga makanan tidak terbuang percuma.
Hasil uji coba ini nantinya akan dievaluasi untuk melihat apakah sistem prasmanan lebih efektif dibanding pola penyajian biasa.
Respons Siswa
Kegiatan yang digelar perdana pagi tadi disambut antusias para pelajar. Suasana makan bersama dengan sistem prasmanan membuat penyajian MBG terasa berbeda dari biasanya dan menghadirkan nuansa kebersamaan di lingkungan sekolah.
Kepala SMA Kemala Bhayangkari 1, Muryanto, mengatakan pelaksanaan MBG model prasmanan memberikan manfaat langsung bagi siswa. Menurut dia, program itu sangat membantu, terutama bagi anak-anak yang belum sempat sarapan sebelum berangkat ke sekolah.
"MBG dengan model prasmanan ini benar-benar sangat bermanfaat. Anak-anak merasakan kebersamaan saat makan bersama teman-temannya. Program ini juga sangat membantu, khususnya bagi murid yang pagi hari belum sempat sarapan," kata Muryanto.
Uji coba ini diharapkan menjadi model baru dalam penyaluran MBG yang lebih efisien dan menyenangkan bagi siswa. SPPG Polri Pejaten berencana menerapkan sistem prasmanan secara lebih luas jika hasil evaluasi menunjukkan dampak positif.