Hot News

Pertamina Kembangkan Biogasoline dari Sawit hingga Bioetanol dari Sorgum

Ujang Trisno Ujang Trisno 11 Oct 2026 10:29 8 Views
Pertamina Kembangkan Biogasoline dari Sawit hingga Bioetanol dari Sorgum

Pertamina Kembangkan Biogasoline dari Sawit hingga Bioetanol dari Sorgum

Javas Corner - PT Pertamina (Persero) tengah mengembangkan sejumlah bahan bakar nabati atau biofuel dengan memanfaatkan sumber daya domestik. Bahan baku yang digunakan beragam, mulai dari kelapa sawit, molase atau tetes tebu, hingga sorgum. Diversifikasi bahan baku ini dilakukan untuk memperluas pilihan sumber energi sekaligus mendukung ketahanan energi nasional.

 

Senior Vice President Business Development Pertamina, Ary Kurniawan, mengatakan bahwa biogasoline berbasis kelapa sawit akan diuji coba di dua kilang Pertamina. Selain itu, perusahaan juga mengembangkan bioetanol berbahan molase tebu dan mengkaji penggunaan bahan baku alternatif.

 

"Ini bagian dari bagaimana kita melakukan diversifikasi sumber energi yang kita miliki," ujar Ary dalam keterangan tertulis, Sabtu (10/10/2026) seperti dikutip dari Kompas.com.

 

Pertamina juga mengembangkan pemanfaatan minyak jelantah atau used cooking oil sebagai bahan baku sustainable aviation fuel atau SAF, yakni bahan bakar penerbangan berkelanjutan. Bahan bakar ini menjadi salah satu alternatif untuk memenuhi kebutuhan sektor penerbangan sekaligus menekan emisi gas rumah kaca. Menurut Ary, pengembangan berbagai jenis biofuel membutuhkan dukungan kebijakan dan regulasi pemerintah, termasuk mandat pemanfaatan bahan bakar nabati, agar dapat diperluas.

 

Selain sawit dan molase tebu, Pertamina menjajaki pemanfaatan sorgum untuk produksi bioetanol. Manager Sustainability Rating & Disclosure Pertamina, Hendrick Warman, mengatakan bahwa perusahaan telah mengembangkan proyek percontohan bioetanol dari fermentasi biomassa sorgum di Nusa Tenggara Timur atau NTT. Hingga April 2026, bioetanol yang dikembangkan Pertamina masih menggunakan molase sebagai bahan baku. Perusahaan juga mengkaji diversifikasi bahan baku, termasuk sorgum dan aren, yang dinilai memenuhi spesifikasi untuk dicampurkan ke bensin.

 

"Saat ini, kami bergerak ke arah bahan bakar yang lebih ramah lingkungan, dengan emisi yang lebih rendah dibandingkan bahan bakar eksisting," ujar Hendrick dalam webinar Our Power; Our Planet.

 

Bioetanol yang dicampurkan ke bensin dapat meningkatkan angka oktan atau research octane number atau RON. Namun, besarnya penurunan emisi dari penggunaan campuran tersebut perlu dilihat berdasarkan jenis bahan baku, proses produksi, dan karakteristik bahan bakar yang dihasilkan.

 

Diversifikasi biofuel juga dilakukan melalui program biodiesel B50, yakni campuran 50 persen biodiesel dengan 50 persen solar. Program ini memanfaatkan minyak sawit sebagai bahan baku biodiesel untuk mengurangi ketergantungan terhadap solar impor. Berdasarkan proyeksi yang disampaikan dalam materi Pertamina, implementasi B50 berpotensi mengurangi kebutuhan impor solar sekitar 18 juta kiloliter dan menekan emisi hingga 44 juta ton karbon dioksida ekuivalen atau CO2e.

 

Program tersebut juga diproyeksikan menghemat devisa hingga Rp170 triliun pada 2026. Dari sisi ekonomi, B50 diperkirakan dapat menyerap sekitar 2,1 juta tenaga kerja dan meningkatkan nilai tambah minyak kelapa sawit mentah atau crude palm oil sebesar Rp20,9 triliun.

 

Ary mengatakan bahwa pemanfaatan sumber daya perkebunan, termasuk kelapa sawit, merupakan salah satu pilihan untuk memperkuat pasokan energi domestik. Menurut dia, tantangan berikutnya adalah mengoptimalkan sumber daya tersebut agar dapat memenuhi kebutuhan energi nasional.

 

Langkah Pertamina ini menjadi bagian dari upaya mendukung transisi energi dan ketahanan energi nasional. Dengan memanfaatkan sumber daya domestik, ketergantungan pada impor bahan bakar fosil diharapkan bisa ditekan. Dukungan kebijakan dan regulasi yang jelas akan menjadi kunci agar pengembangan biofuel ini bisa berjalan optimal dan memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

 

#Pertamina #Biofuel #Biogasoline #Bioetanol #Sorgum #Sawit #B50 #EnergiTerbarukan #KetahananEnergi #JavasCorner

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar Arsitektur Web di PT Javas Corner Media | Cyber Security di PT Cyber Security Internasional | Kontributor Riset Data Cyber Indonesia.

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mahasiswa S-2 Unpam Edukasi Keamanan Digital untuk 118 Siswa SMK di Depok

Thumbnail

TASPEN Perkuat Keamanan Digital, Lindungi Data Peserta dengan Sistem Berlapis

Thumbnail

Dudung Sebut Kedaulatan Digital Kini Jadi Penentu Keamanan Nasional

Thumbnail

Privy Terapkan Keamanan Digital Sejak Tahap Awal, Bukan Sekadar Tambalan

Thumbnail

AI Temukan Celah PHP yang Sebabkan Situs Pemerintah Dunia Lumpuh Sementara

Thumbnail

Pengelola Website Diminta Segera Tambal Celah PHP2Shell, Ini Langkahnya

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner