JAVASCORNER.CO.ID, KUPANG - PT Pertamina Patra Niaga memastikan ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Kota Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT), tetap aman dan mencukupi pasca penyesuaian harga BBM non-subsidi. Hal ini disampaikan menanggapi aksi demonstrasi mahasiswa yang menuntut penurunan harga BBM pada Jumat (12/6/2026).
Latar Belakang Demo Mahasiswa
Sejumlah mahasiswa di Kota Kupang menggelar aksi demonstrasi pada Jumat (12/6/2026). Mereka menuntut pemerintah menurunkan harga BBM dan kebutuhan pokok yang dinilai semakin membebani masyarakat.
Aksi ini dipicu oleh penyesuaian harga BBM non-subsidi yang diberlakukan awal pekan ini. Kenaikan harga Pertamax dan jenis BBM non-subsidi lainnya memicu keresahan di kalangan mahasiswa dan masyarakat umum.
Respons Pertamina soal Stok BBM
Area Manager Communication, Relations, and CSR Jatimbalinus Pertamina Patra Niaga, Ahad Rahedi, menyatakan penyesuaian harga BBM non-subsidi telah melalui koordinasi dengan pemerintah. Kebijakan ini mengikuti mekanisme evaluasi berkala yang mempertimbangkan harga minyak dunia dan harga pasar.
“Penyesuaian harga BBM non-subsidi mengikuti regulasi yang berlaku dan merupakan bagian dari implementasi tata kelola energi yang bertujuan menjaga keseimbangan antara keberlangsungan bisnis, kualitas layanan, serta kepastian pasokan energi bagi masyarakat,” kata Ahad kepada Kompas.com, Minggu (14/6/2026).
Ahad memastikan kondisi penyaluran BBM di Kota Kupang berjalan normal. Antrean kendaraan di SPBU masih dalam batas wajar. Stok BBM di seluruh SPBU dalam kondisi aman.
Langkah Mitigasi dan Imbauan
Sebagai langkah mitigasi, Pertamina telah menginstruksikan SPBU untuk melakukan build up stock atau penambahan cadangan pasokan. Selain itu, pengawasan distribusi BBM ditingkatkan untuk memastikan pasokan tetap terjaga.
“Pertamina secara intensif melakukan monitoring terhadap ketersediaan stok, jumlah penyaluran harian, posisi mobil tangki, hingga estimasi kedatangan pasokan berikutnya,” ujar Ahad.
Ia mengimbau masyarakat untuk membeli BBM di lembaga penyalur resmi dan melakukan pembelian sesuai kebutuhan. “Pertamina terus memonitor kondisi stok produk BBM, baik subsidi maupun non-subsidi, dan memastikan ketersediaannya tetap terjaga untuk memenuhi kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.
Dengan langkah-langkah tersebut, Pertamina optimistis pasokan BBM di Kupang tetap aman dan distribusi berjalan lancar, meskipun ada tekanan dari aksi demonstrasi mahasiswa.