JAVASCORNER.CO.ID, BEIJING - Perusahaan teknologi China ramai-ramai mengadopsi OpenClaw, alat kecerdasan buatan (AI) sumber terbuka yang populer. Fenomena ini terjadi sejak November lalu, didorong oleh kemampuan alat ini dalam menciptakan agen AI yang dapat bertindak proaktif.
Lomba Perusahaan Teknologi
Tencent meluncurkan produk AI berbasis OpenClaw yang kompatibel dengan WeChat. Mereka menyebutnya "pasukan khusus lobster" karena branding bertema krustasea dari proyek ini.
Startup Zhipu AI merilis versi lokal OpenClaw dengan lebih dari 50 keterampilan bawaan. Instalasinya didesain sekali klik untuk memudahkan pengguna non-teknis.
ByteDance melalui Volcano Engine memperkenalkan 'ArkClaw'. Versi ini dapat diakses langsung melalui browser web tanpa pengaturan lokal yang rumit.
Dukungan Pemerintah Daerah
Beberapa pemerintah daerah di China menawarkan insentif finansial untuk pengembangan aplikasi OpenClaw. Distrik Longgang Shenzhen dan zona teknologi Hefei mengusulkan dukungan hingga 10 juta yuan.
Distrik di Suzhou bahkan menawarkan subsidi plus ruang kantor gratis selama 30 hari. Insentif ini ditujukan untuk "perusahaan satu orang" yang memanfaatkan AI untuk membangun bisnis cepat.
Meski media pemerintah mengingatkan risiko keamanan, dukungan nyata tetap mengalir. Fenomena ini sejalan dengan rencana lima tahun China untuk memacu teknologi domestik.
Dampak pada Pasar AI
Penggunaan OpenClaw di China telah melampaui Amerika Serikat. Tiga alat teratas di marketplace OpenRouter dalam sebulan terakhir semuanya berasal dari perusahaan China.
Model AI buatan China tahun ini semakin mendekati kemampuan pesaing AS. Harganya jauh lebih murah, menurunkan biaya bagi pengguna OpenClaw.
Jaylen He, CEO Violoop, menyebut momen ini seperti ChatGPT tahun 2022. "Keinginan untuk asisten pribadi yang benar-benar membantu telah lama tertahan," katanya.
Perusahaan seperti JD.com dan Meituan mulai menawarkan layanan berbayar untuk membantu instalasi OpenClaw. Violoop berencana meluncurkan perangkat berbasis teknologi serupa dengan harga $300 per unit.
Minat membayar untuk layanan AI berkualitas di China meningkat signifikan. Startup seperti MiniMax dan Kimi telah merilis model yang kompetitif dengan harga terjangkau.
Popularitas OpenClaw global tercermin dari jumlah bintang di GitHub yang melebihi Linux. Proyek ini disebut CEO Nvidia Jensen Huang sebagai "rilisan perangkat lunak terpenting yang pernah ada".
China tidak ingin ketinggalan dalam revolusi AI ini. Komunitas teknologinya yang besar dan haus inovasi menjadi pendorong utama adopsi massal OpenClaw.