Viral

Pesanan Melon Rp 170 Juta untuk Dapur MBG Tak Dibayar 7 Bulan, Pemilik Toko Buah Lapor Polisi

Ujang Trisno Ujang Trisno 19 Jul 2026 19:54 11 Views
Pesanan Melon Rp 170 Juta untuk Dapur MBG Tak Dibayar 7 Bulan, Pemilik Toko Buah Lapor Polisi

Pesanan Melon Rp 170 Juta untuk Dapur MBG Tak Dibayar 7 Bulan, Pemilik Toko Buah Lapor Polisi

JAVASCORNER.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - Seorang pemilik toko buah di Bandar Lampung, Yatni Sumarni (56), melaporkan mitra dapur program Makan Bergizi Gratis (MBG) berinisial Sr ke Polda Lampung. Pasalnya, pesanan buah senilai Rp 170 juta yang sudah dikirim sejak tujuh bulan lalu tak kunjung dibayar.

Kronologi Kejadian

Yatni menceritakan bahwa transaksi awal berjalan lancar. Namun, setelah pesanan besar dikirim, pembayaran macet total. Ia telah mengirimkan 13 ton melon dan ribuan nanas untuk kebutuhan dapur MBG.

"Awalnya saya percaya karena ini program pemerintah. Tapi setelah tujuh bulan, tidak ada itikad baik dari mitra tersebut," ujar Yatni saat ditemui di tokonya, Sabtu (19/7/2026).

Kerugian yang dialami Yatni mencapai Rp 170 juta. Ia pun memutuskan menempuh jalur hukum dengan melaporkan kasus ini ke Polda Lampung pada pekan lalu.

Detail Pesanan

Berikut rincian pesanan yang belum dibayar:

No Jenis Buah Jumlah Perkiraan Nilai
1 Melon 13 ton Rp 130 juta
2 Nanas Ribuan buah Rp 40 juta
Total Rp 170 juta

Total pesanan mencapai Rp 170 juta, dengan nilai terbesar pada melon sebesar Rp 130 juta.

Dampak bagi UMKM

Kasus ini menyoroti kerentanan pelaku UMKM yang bekerja sama dengan program pemerintah. Yatni mengaku modalnya terkuras dan ia kesulitan memutar usaha.

"Saya harus meminjam uang untuk tetap berjualan. Ini sangat memberatkan," keluhnya.

Netizen pun ramai memberikan dukungan. Banyak yang menyesalkan nasib pedagang kecil yang dirugikan oleh mitra nakal.

Sorotan Pengawasan Dapur MBG

Program MBG yang digagas pemerintah bertujuan memberikan nutrisi gratis bagi anak sekolah. Namun, kasus ini memunculkan pertanyaan tentang pengawasan terhadap mitra penyedia dapur.

Polda Lampung tengah menyelidiki laporan Yatni. Sementara itu, pengamat kebijakan publik mendesak pemerintah untuk memperketat seleksi dan monitoring mitra MBG.

"Kejadian seperti ini tidak boleh terulang. Pengawasan harus diperkuat agar program tepat sasaran dan tidak merugikan UMKM," ujar pengamat dari Universitas Lampung, Dr. Andi Saputra.

Hingga berita ini diturunkan, pihak terlapor belum memberikan tanggapan. Kasus ini menjadi pengingat pentingnya transparansi dan akuntabilitas dalam program pemerintah.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar arsitektur web dan sistem keamanan digital di Javas Corner Media.

▸ TAG TOPIK

#MBG #Makan Bergizi Gratis #penipuan #Bandar Lampung #polisi

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

5 Cara Terpercaya Hasilkan Uang dari Internet di 2026, Modal Kecil

Thumbnail

Cara Rehabilitasi Narkoba di BNN: Gratis, Rahasia, dan Lengkap

Thumbnail

Darurat Narkoba: 50 Orang Meninggal Setiap Hari, BNN Rilis Data Terbaru

Thumbnail

Panduan Jual Akun Last Fortress: Underground Agar Laku Mahal

Thumbnail

Pramono Anung Minta Sopir Alphard Cekcok dengan Satpam Bundaran HI Diberi Sanksi

Thumbnail

Kakek di Wajo Ngamuk dan Ludahi Kasir Ayam Goreng Gegara Ditanya 'Ada Uang?'

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner