Javas Corner - Ajang lari Isoplus Marathon Surabaya tengah menjadi sorotan publik setelah muncul dugaan perlakuan tidak adil yang dialami salah satu peserta wanita. Pasalnya, peserta tersebut mengaku stroller atau kereta bayi miliknya disita oleh panitia di area start, padahal ia sudah mendapat izin sebelumnya. Sementara itu, seorang brand ambassador event justru terlihat leluasa berlari menggunakan stroller dari garis start hingga finish tanpa hambatan.
Peristiwa ini viral setelah diunggah oleh akun media sosial @nikmah***. Dalam unggahannya, peserta wanita tersebut menceritakan kekecewaannya karena harus menyelesaikan kategori 5K sambil menggendong balitanya. Ia mengaku sudah memperoleh izin dari pihak panitia saat proses pengambilan nomor dada atau BIB.
"Apalah daya bukan Mba Olive yang bisa bawa stroller dari start sampai finish meskipun udah izin bawa dan diperbolehkan sama panitia BIB. Tapi pas panitia di start malah disita," tulis akun @nikmah*** dalam unggahan yang dikutip pada Senin (5/10/2026).
Unggahan tersebut kemudian memicu reaksi beragam dari warganet. Banyak yang menyayangkan dugaan standar ganda yang diterapkan pihak penyelenggara. Mereka menilai aturan seharusnya berlaku sama untuk semua peserta, tanpa terkecuali, termasuk mereka yang memiliki status sebagai ambassador event.
"Ya Allah, INI JAHAT BANGET. Nggak adil! Gila sih... udah viral gini, mau tanggung jawab dengan cara apa cobaaaaaa?!?!?!?! Minta maaf doang mah ngegampangin banget namanya," tulis salah satu warganet meluapkan kemarahannya.
Tak hanya menuntut keadilan, sejumlah netizen juga mendesak panitia untuk segera memberikan klarifikasi resmi terkait aturan penggunaan stroller dalam event tersebut. Hingga berita ini diturunkan, pihak penyelenggara Isoplus Marathon Surabaya belum memberikan keterangan terbuka mengenai dugaan perbedaan perlakuan itu.
Di sisi lain, ada pula warganet yang memberikan tanggapan kritis terhadap keputusan peserta membawa anak kecil dalam ajang lari marathon. Menurut mereka, membawa bayi ke lintasan lari 5K perlu dipertimbangkan ulang dari sisi keamanan dan kenyamanan anak.
Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, kejadian ini setidaknya menjadi catatan penting bagi penyelenggara event olahraga agar lebih konsisten dalam menerapkan aturan. Komunikasi yang jelas sejak awal, termasuk soal kebijakan membawa stroller, sebaiknya disampaikan secara transparan kepada seluruh peserta. Dengan begitu, tidak ada pihak yang merasa dirugikan dan ajang lari bisa berjalan dengan sportif serta menyenangkan bagi semua.
#MarathonSurabaya #Stroller #Viral #Surabaya #IsoplusMarathon #StandarGanda #KeadilanPeserta #Lari5K #BeritaViral #JavasCorner