JAVASCORNER.CO.ID, PEMATANGSIANTAR - Suasana pesta rakyat dalam rangka HUT ke-155 Kota Pematangsiantar di Lapangan Adam Malik, Sabtu malam (25/4/2026) sekitar pukul 20.05 WIB, mendadak berubah mencekam. Seorang pria tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam di tengah kerumunan penonton, memicu kepanikan massal. Beruntung, personel kepolisian yang berjaga langsung bergerak cepat dan berhasil melumpuhkan pelaku tanpa korban jiwa.
Kronologi Kejadian
Pesta rakyat yang digelar untuk merayakan ulang tahun kota berlangsung meriah sejak sore hari. Ribuan warga memadati Lapangan Adam Malik untuk menikmati berbagai hiburan.
Sekitar pukul 20.05 WIB, saat acara sedang berlangsung, seorang pria tiba-tiba mengeluarkan senjata tajam dari balik bajunya. Ia mengacungkan senjata tersebut ke arah kerumunan sambil berteriak.
Aksi itu sontak membuat pengunjung panik. Teriakan histeris terdengar di mana-mana, dan orang-orang berhamburan menyelamatkan diri. Kursi dan tenda terlihat berantakan akibat desak-desakan.
Aksi Pelaku
Menurut keterangan saksi mata, pelaku tampak tidak stabil secara emosional. Ia berjalan mondar-mandir sambil mengayunkan senjata tajamnya.
Beberapa pengunjung yang berada di dekat pelaku langsung berlari menjauh. Suasana mencekam berlangsung selama beberapa menit sebelum polisi tiba.
Tindakan Polisi
Personel kepolisian yang berjaga di lokasi langsung bergerak cepat. Mereka membentuk barisan untuk mengamankan area dan memastikan pengunjung menjauh dari pelaku.
Dengan koordinasi yang baik, petugas berhasil mendekati pelaku. Setelah beberapa saat, polisi melumpuhkan pria tersebut dan mengamankannya tanpa perlawanan berarti.
Pelaku langsung digelandang ke Mapolsek setempat untuk pemeriksaan lebih lanjut. Identitas pelaku belum diungkap, namun polisi menduga ia dalam pengaruh alkohol atau gangguan jiwa.
Dampak dan Kondisi Akhir
Beruntung, tidak ada korban jiwa dalam insiden ini. Namun, beberapa pengunjung mengalami luka ringan akibat terjatuh saat berhamburan. Mereka sudah mendapatkan perawatan medis dari tim kesehatan yang disiagakan.
Pesta rakyat sempat dihentikan sementara. Setelah situasi kondusif, acara dilanjutkan kembali dengan pengamanan lebih ketat.
Wali Kota Pematangsiantar melalui juru bicaranya menyampaikan permohonan maaf atas kejadian ini dan mengapresiasi respons cepat polisi. Ia berharap kejadian serupa tidak terulang di masa mendatang.
Masyarakat diimbau tetap tenang dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi. Polisi masih menyelidiki motif pelaku dan memeriksa rekaman CCTV di lokasi.