Internasional

PM Malaysia Batalkan Open House Raya dan Kurangi Perjalanan Luar Negeri

Elvan Rizki Elvan Rizki 12 Mar 2026 14:12 73 Views
PM Malaysia Batalkan Open House Raya dan Kurangi Perjalanan Luar Negeri

PM Malaysia Batalkan Open House Raya dan Kurangi Perjalanan Luar Negeri

JAVASCORNER.CO.ID, KUALA LUMPUR - Pemerintah Malaysia resmi membatalkan penyelenggaraan open house Hari Raya Aidilfitri tahun ini. Langkah penghematan ini juga mencakup pengurangan perjalanan dinas ke luar negeri bagi pejabat negara.

Kebijakan tersebut diumumkan langsung oleh Perdana Menteri Anwar Ibrahim dalam konferensi pers di Putrajaya, Kamis (12/3/2026). Anwar menjelaskan, keputusan ini diambil sebagai antisipasi dampak ekonomi dari konflik Timur Tengah yang berpotensi mempengaruhi stabilitas fiskal Malaysia.

Kebijakan Penghematan

Anwar menegaskan, pembatalan open house berlaku untuk seluruh instansi pemerintah. Perusahaan milik negara dan badan investasi pemerintah juga mendapat instruksi serupa.

"Ini langkah logis dan bijaksana," ujar Anwar menanggapi kemungkinan pertanyaan publik. Ia menambahkan, meski pasokan minyak dan gas masih mencukupi, langkah pencegahan perlu diambil.

Perdana Menteri menyebut konflik Timur Tengah sebagai faktor utama pertimbangan. Potensi gangguan pasokan energi global dikhawatirkan mempengaruhi ekonomi Malaysia.

Pembatasan Perjalanan

Selain pembatalan open house, pemerintah membatasi perjalanan dinas ke luar negeri. Semua menteri dan pejabat tinggi negara harus meminimalisir kunjungan internasional.

"Perjalanan yang sudah direncanakan dan bersifat wajib masih diperbolehkan," jelas Anwar. Kebijakan ini mulai berlaku efektif hari ini.

Pembatasan perjalanan dinilai sebagai upaya konkret mengurangi pengeluaran negara. Biaya perjalanan dinas pejabat sering menjadi komponen signifikan dalam anggaran pemerintah.

Pengawasan Subsidi

Sebagai Menteri Keuangan, Anwar juga menginstruksikan pembentukan komite khusus. Wakil Perdana Menteri Fadillah Yusof ditunjuk memimpin pengawasan penegakan hukum terhadap penyalahgunaan subsidi.

Fokus utama adalah pencegahan penyelundupan bahan bakar bersubsidi RON95 dan diesel. Anwar memprediksi, kenaikan harga minyak dunia akan meningkatkan insentif bagi praktik ilegal tersebut.

"Lonjakan harga minyak pasti membuat penyelundupan barang bersubsidi semakin menarik," tegasnya.

Komite Khusus

Komite terpisah dibentuk untuk memantau dampak konflik Timur Tengah terhadap ekonomi Malaysia. Menteri Keuangan II Amir Hamzah Azizan ditugaskan memimpin kelompok ini.

Komite akan beranggotakan Menteri Perekonomian Akmal Nasir dan perwakilan kementerian terkait lainnya. Rapat evaluasi akan digelar setiap hari untuk memantau perkembangan situasi.

"Mereka akan terus memantau dan melaporkan perkembangan terkini," kata Anwar menutup konferensi pers. Langkah-langkah ini diharapkan dapat menjaga ketahanan fiskal Malaysia di tengah ketidakpastian global.

Elvan Rizki

// Verified Author

Elvan Rizki

Staff Redaksi

Spesialis konten media siber dan publikasi Google News.

▸ TAG TOPIK

#Malaysia #Anwar Ibrahim #penghematan dana #konflik Timur Tengah #ekonomi

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mentan Arman Murka, Petani di Banggai Diduga Diminta Mahar Rp150 Juta demi Bantuan Kementan

Thumbnail

Viral Diduga Aksi Arogan Pria Berbaju Merah Bentak Wisatawan di Stasiun Gambir

Thumbnail

Ruben Onsu Buka Suara soal Betrand Peto yang Diduga Terlibat Kasus TPKS, Minta Publik Tak Berspekulasi

Thumbnail

Curhat Guru di Sleman, Korban Dugaan Keracunan MBG Mengaku Tanggung Pengobatan Sendiri

Thumbnail

Viral YouTuber Inggris Keluhkan Harga Nasi Goreng dan Bir Rp240 Ribu di Indonesia

Thumbnail

Dedi Mulyadi Berduka atas Kepergian Penyanyi Kanaya Whu: Surga Untukmu, Teh

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner