JAVASCORNER.CO.ID, PADANG - Polisi mengklaim telah mengingatkan rombongan Arteria Dahlan agar tidak berhenti dan berfoto di tikungan ekstrem Sitinjau Lauik, Kota Padang, Sumatra Barat. Aksi yang terjadi pada 6 April 2026 ini dinilai sangat berbahaya karena mengganggu arus lalu lintas di jalur pendakian yang dikenal curam.
Latar Belakang Kejadian
Video yang viral di media sosial menunjukkan rombongan Arteria Dahlan berhenti di tikungan Sitinjau Lauik untuk berfoto. Kendaraan dalam pengawalan polisi terlihat memarkir di badan jalan tepat di tanjakan yang populer dengan sebutan "tanjakan viral".
Lokasi ini merupakan bagian dari Panorama Satu Sitinjau Lauik yang terkenal dengan medan berbahaya. Aktivitas lalu lintas di sana biasanya padat dengan kendaraan besar seperti truk.
Klarifikasi Polisi
Kasat Patroli Jalan Raya Polda Sumbar, AKBP Andis Anshori, menegaskan personelnya sudah memberikan peringatan. "Iya bahaya, seharusnya yang dikawal paham karena info dari anggota polres, sudah diingatkan," ujarnya Minggu (12/4/2026).
Pengawalan dari Polres Solok Kota
Pengawalan rombongan dilakukan oleh Satlantas Polres Solok Kota. Menurut Andis, personel patroli dan pengawalan (patwal) bertugas mengamankan perjalanan menuju Kota Solok.
Kasat Lantas Polres Solok, Iptu Akbar Tanjung, membenarkan keterangan tersebut. "Anggota sudah mengingatkan. Itu kejadian pada tanggal 6 April 2026," kata Akbar.
Tujuan Kunjungan
Rombongan Arteria Dahlan melakukan kunjungan kerja ke Solok. "Agenda kunjungan kerja, informasinya peresmian," jelas Akbar mengenai tujuan perjalanan tersebut.
Dampak pada Lalu Lintas
Aksi berhenti di tikungan langsung mempengaruhi arus lalu lintas. Sejumlah kendaraan besar terpaksa menghentikan laju dan mengantre untuk melewati jalur sempit tersebut.
Risiko Keselamatan
Berhenti di tikungan curam Sitinjau Lauik menimbulkan risiko tinggi. Kondisi tersebut dapat menyebabkan:
- Kemacetan mendadak di jalur berbahaya
- Potensi kecelakaan akibat pandangan terhalang
- Gangguan bagi pengendara lain yang harus berhenti mendadak
Reaksi Masyarakat
Video yang beredar di media sosial memicu kritik tajam dari warganet. Banyak yang menilai tindakan rombongan tidak bertanggung jawab dan membahayakan keselamatan bersama.
Komentar di Media Sosial
Akun Threads @joezenzie menyoroti ironi situasi ini. "Kejadian yang tidak masuk akal sekaligus memprihatinkan. Di tikungan terjal dan curam, mereka berhenti hanya untuk berfoto," tulis akun tersebut.
Komentar lain menekankan bahwa pengawalan polisi seharusnya mencegah tindakan berisiko, bukan mengawal aktivitas yang membahayakan. "Mirisnya ini dikawal oleh polantas pula," tambah @joezenzie dalam unggahannya.
Pelanggaran yang Terjadi
Berdasarkan rekaman video, teridentifikasi beberapa pelanggaran:
- Berhenti di tikungan tanpa alasan mendesak
- Menghalangi arus lalu lintas utama
- Melakukan aktivitas non-esensial di jalan raya
- Membahayakan keselamatan pengguna jalan lain
Insiden ini mengingatkan pentingnya kesadaran keselamatan bagi semua pengguna jalan, termasuk rombongan yang dikawal aparat. Perilaku di jalan raya harus mengutamakan keselamatan bersama di atas kepentingan pribadi atau kelompok.