JAVASCORNER.CO.ID, MEDAN - Video sekelompok orang menggedor pintu kamar kos di Jalan Setia Budi, Medan, viral di media sosial dengan narasi dugaan pencurian. Polisi menyatakan fakta sebenarnya setelah mengecek langsung ke lokasi dan memeriksa penghuni.
Viral dan Respon Cepat Polisi
Video berdurasi singkat itu menunjukkan beberapa pria dan perempuan mengetuk pintu kos berkali-kali. Unggahan di media sosial menyebut mereka pelaku pencurian yang berusaha membuat penghuni membuka pintu.
Narasi viral bahkan mengklaim ada penghuni kehilangan laptop setelah diancam menggunakan pisau. Informasi ini cepat menyebar dan memicu kekhawatiran warga.
Kanit Reskrim Polsek Sunggal, Harles Gultom, mengatakan timnya langsung bergerak merespons informasi tersebut. Polisi mendatangi kos Lonadiel House di Jalan Setia Budi pada Kamis (12/3/2026).
Petugas bertemu pemilik dan penghuni kos untuk memverifikasi kebenaran kejadian.
Fakta di Lapangan Berbeda
Hasil pemeriksaan polisi tidak menemukan indikasi pencurian seperti yang beredar di media sosial. Tidak ada penghuni yang melaporkan kehilangan barang berharga seperti laptop.
Harles menjelaskan, kelompok yang datang ke kos tersebut ternyata menawarkan obat-obatan. Mereka membawa produk seperti abate, pembasmi jentik nyamuk untuk pencegahan demam berdarah atau malaria.
Cara mereka mengetuk pintu dianggap terlalu agresif, sehingga memicu kecurigaan. Namun, tujuan kunjungan murni promosi penjualan, bukan tindak kriminal.
Polisi menegaskan tidak ada ancaman pisau atau pemaksaan seperti yang disebutkan dalam narasi viral.
Imbauan ke Masyarakat
Harles berharap masyarakat membantu kepolisian dengan menyampaikan informasi akurat. Ia mengimbau warga tidak langsung mempercayai konten media sosial tanpa verifikasi.
Informasi tidak benar berpotensi menimbulkan keresahan di tengah masyarakat. Polisi mengingatkan pentingnya memastikan kebenaran berita sebelum menyebarkannya.
Kasus ini menjadi contoh bagaimana konten viral bisa menyimpang dari fakta sebenarnya. Respons cepat aparat membantu mencegah kepanikan yang tidak perlu.
Masyarakat diharap tetap waspada namun tidak mudah terpancing informasi yang belum terkonfirmasi.