JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Video ruang simulator kuda milik Direktorat Polisi Satwa (Ditpolsatwa) Korps Sabhara Baharkam Polri viral di media sosial setelah diunggah di Instagram. Fasilitas latihan berkuda senilai Rp 1 miliar itu digunakan untuk melatih anggota sebelum menunggang kuda sebenarnya.
Viral di Media Sosial
Video yang menunjukkan Kasubdit Pelacakan dan Penangkalan Ditpolsatwa Korsabhara Baharkam Polri Kombes Gatot Aris Purbaya menjelaskan fasilitas simulator kuda itu ramai dibagikan di platform Instagram. Unggahan tersebut menarik perhatian publik karena menampilkan teknologi canggih untuk latihan berkuda.
Gatot terlihat mendemonstrasikan bagaimana simulator itu bekerja. Layar lengkap di dalam ruangan memungkinkan simulasi berbagai kondisi pertandingan.
"Layarnya sangat lengkap. Jadi kalau naik ini dijamin, ini untuk pertandingan segala macam," kata Gatot dalam video yang diunggah Selasa (10/3/2026).
Fungsi dan Fasilitas
Simulator kuda ini berfungsi sebagai alat pelatihan dasar bagi anggota Polri sebelum mereka menunggang kuda sungguhan. Terdapat empat unit simulator yang masing-masing memiliki spesifikasi berbeda.
Fasilitas ini digunakan untuk latihan dasar menunggang, latihan lompat rintangan, hingga latihan balap. Anggota wajib menguasai teknik dasar melalui simulator sebelum turun langsung menggunakan kuda milik Ditpolsatwa.
Selain simulator, ruangan tersebut juga dilengkapi replika kuda yang dibuat menyerupai kuda asli. Replika ini berfungsi menunjang latihan teknik berkuda secara lebih komprehensif.
Setiap kuda di Ditpolsatwa memiliki fungsi operasional berbeda. Mulai dari patroli protokoler tamu negara hingga pengamanan aksi massa membutuhkan kuda dengan pelatihan khusus.
Penjelasan Resmi
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Jhonny Edison Isir menanggapi viralnya video simulator kuda tersebut. Dia menjelaskan bahwa simulator itu merupakan pengadaan lama yang dibeli menggunakan anggaran Pinjaman Luar Negeri (PLN) tahun 2016.
"Simulasi berkuda adalah anggaran Pinjaman Luar Negeri (PLN) tahun anggaran 2016," jelas Jhonny. Pernyataan ini menegaskan bahwa pembelian tidak menggunakan anggaran tahun berjalan.
Nilai investasi untuk empat unit simulator kuda ini mencapai Rp 1 miliar. Angka tersebut mencakup seluruh perangkat teknologi dan instalasi yang diperlukan.
Fasilitas ini tetap dipertahankan karena dinilai efektif untuk pelatihan dasar. Anggota yang sudah terlatih menggunakan simulator menunjukkan performa lebih baik saat menunggang kuda sungguhan.
Polri berharap fasilitas pelatihan modern ini dapat meningkatkan profesionalisme anggota dalam menangani operasional berkuda. Teknologi simulator dianggap mengurangi risiko cedera selama proses pembelajaran.