JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Presiden RI Prabowo Subianto mengingatkan seluruh rakyat Indonesia untuk bersiap menghadapi kesulitan akibat perang yang sedang berlangsung di Timur Tengah. Pernyataan ini disampaikan saat peresmian Jembatan Bailey dan Jembatan Armco di Aceh, Senin (9/3/2026).
Pernyataan Presiden di Aceh
"Kita tidak berlindung di belakang sistem yang sudah berjalan," tegas Prabowo. "Kita menghadapi kesulitan dengan sikap kita ingin mengatasi kesulitan. Kita harus berani mengatasi kesulitan."
Presiden menegaskan pemerintah tidak akan menutupi atau berpura-pura tidak ada kesulitan. Dia mengajak seluruh elemen bangsa untuk berani menghadapi tantangan yang muncul.
"Kita punya kekuatan yang besar," ujar Prabowo. "Tapi juga saya harus jujur kepada seluruh rakyat, dan saya akan memberi suatu taklimat kepada seluruh bangsa Indonesia dalam waktu dekat."
Dampak Global Konflik
Prabowo mengingatkan bahwa seluruh dunia mengalami goncangan akibat perang di Timur Tengah. Konflik ini berdampak pada berbagai aspek, termasuk ekonomi dan ketahanan pangan.
Presiden menekankan pentingnya mengatasi ketergantungan impor pangan saat terjadi konflik global. Hal ini menjadi perhatian khusus mengingat 40 persen jalur perdagangan dunia melewati Indonesia.
Pemerintah akan berterus terang kepada masyarakat tentang situasi yang dihadapi. Rakyat diminta memahami bahwa kesulitan mungkin terjadi dan perlu dihadapi bersama.
Peran TNI dan Kekuatan Nasional
"Hari ini saya merasa bangga," kata Prabowo. "Bahwa kita sekali lagi, NKRI, di mana Tentara Nasional Indonesia adalah salah satu pilar utama, telah membuktikan kepada seluruh rakyat, bahwa TNI adalah tentara rakyat."
TNI dinilai menunjukkan kesiapan menghadapi situasi darurat melalui berbagai langkah, termasuk status siaga 1. Kekuatan ini menjadi modal penting dalam menjaga stabilitas nasional.
Prabowo menegaskan tidak ada kemakmuran tanpa pemerintah yang bersih. Komitmen terhadap tata kelola yang baik menjadi dasar menghadapi berbagai tantangan ke depan.
Masyarakat diharapkan tetap tenang namun waspada menghadapi dinamika global. Pemerintah akan terus mengkomunikasikan perkembangan situasi dan langkah-langkah yang diambil untuk melindungi kepentingan nasional.