JAVASCORNER.CO.ID, BATANG - Presiden Prabowo Subianto menantang seluruh pemerintah daerah di Indonesia untuk berlomba menjadi kota terbersih. Sebagai bentuk apresiasi, pemerintah menyiapkan insentif hingga Rp 20 miliar bagi daerah yang berhasil meraih predikat tersebut.
- Latar Belakang Lomba Kota Terbersih
- Insentif dan Mekanisme Pemberian Hadiah
- Instruksi Presiden untuk Kementerian dan TNI
- Gerakan Nasional Kebersihan Lingkungan
Latar Belakang Lomba Kota Terbersih
Rencana tersebut disampaikan Presiden saat menghadiri akad massal 62.000 unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) subsidi yang digelar serentak di 165 titik di 372 kabupaten/kota pada 36 provinsi, di Batang, Jawa Tengah, Kamis.
Menurut Prabowo, sudah saatnya pemerintah mengubah pendekatan dalam mendorong kebersihan lingkungan. Alih-alih hanya memberikan penghargaan simbolis, pemerintah akan menyiapkan insentif yang dapat dimanfaatkan langsung oleh daerah untuk memperkuat pengelolaan sampah dan penataan lingkungan.
Insentif dan Mekanisme Pemberian Hadiah
"Nanti kita bikin lomba kota terbersih. Kota terbersih satu, dua, tiga, empat, lima. Yang penting kota terbersih kita kasih nanti insentif. Kalau bisa Rp 20 miliar," ujar Prabowo.
Presiden mengatakan, hadiah tersebut akan jauh lebih bermanfaat dibanding sekadar memberikan piala karena dapat digunakan untuk membeli berbagai sarana penunjang kebersihan. "Lebih baik dikasih itu daripada kita kasih piala. Uang itu dipakai untuk yang baik. Bisa cari truk, ekskavator dan sebagainya," katanya.
Skema Insentif
Prabowo menginstruksikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menyiapkan skema insentif bagi daerah yang berhasil menjaga kebersihan lingkungannya.
Instruksi Presiden untuk Kementerian dan TNI
Tak hanya itu, Presiden juga meminta Panglima TNI mengecek ketersediaan alat berat produksi dalam negeri, seperti ekskavator dan dump truck, yang dapat didistribusikan ke pemerintah daerah guna memperkuat penanganan sampah.
Menurut Prabowo, persoalan sampah harus menjadi gerakan nasional yang melibatkan seluruh elemen masyarakat.
Gerakan Nasional Kebersihan Lingkungan
Presiden meminta gubernur, bupati, dan wali kota rutin turun langsung memantau kondisi sungai, kawasan permukiman, hingga ruang-ruang publik.
"Tiap hari mengecek sungai, mengecek kali. Itu baru pemimpin yang hebat. Lihat kalau ada rumah yang tidak dirawat, tegur yang punya. Lihat depan rumahnya jorok, tegur," ujarnya.
Presiden juga mengajak aparat TNI, Polri, kejaksaan, aparatur sipil negara (ASN), pengurus RT/RW, hingga tokoh masyarakat untuk bersama-sama menjaga kebersihan lingkungan. Menurutnya, kebersihan merupakan cerminan martabat bangsa sekaligus menjadi faktor penting dalam meningkatkan daya tarik pariwisata dan kualitas hidup masyarakat.
Dengan langkah ini, diharapkan seluruh daerah di Indonesia termotivasi untuk menciptakan lingkungan yang bersih, sehat, dan indah, serta menjadikan kebersihan sebagai gerakan nasional yang berkelanjutan.