JAVASCORNER.CO.ID, MODIIN - Sersan Staf Gilad Harel, prajurit Israel keempat yang tewas dalam bentrokan dengan Hizbullah di Lebanon selatan pada Senin (30/3/2026), dimakamkan di Pemakaman Militer Modiin pada Rabu (1/4/2026). Karangan bunga yang dikirimnya untuk kekasih sebelum memasuki medan pertempuran tiba beberapa jam sebelum upacara, menambah kesedihan dalam prosesi penghormatan terakhir.
Kronologi Kejadian
Bentrokan antara pasukan Israel dan Hizbullah terjadi di Lebanon selatan pada Senin lalu. Empat prajurit Israel gugur dalam insiden tersebut:
- Sersan Staf Maxsim Entis (21 tahun) dari Bat Yam
- Kapten Noam Madmoni (22 tahun) dari Sderot
- Sersan Staf Ben Cohen (21 tahun) dari Lehavim
- Sersan Staf Gilad Harel (21 tahun)
Tiga prajurit pertama telah dimakamkan pada Selasa (31/3/2026) dalam upacara terpisah. Harel, yang bertugas di Unit Pengintai Brigade Nahal, menjadi yang terakhir dimakamkan pada hari berikutnya.
Upacara Pemakaman
Ratusan orang hadir di Pemakaman Militer Modiin untuk memberikan penghormatan terakhir kepada Harel. Peti jenazahnya dibawa oleh rekan-rekan prajurit dalam prosesi yang khidmat.
Karangan Bunga Penuh Makna
Momen paling mengharukan terjadi ketika kekasih Harel, Neta Katz, mengungkapkan bahwa karangan bunga yang dipesan Harel tiba di rumahnya beberapa jam sebelum pemakaman. Catatan yang menyertai bunga berisi ucapan selamat liburan Paskah dan pernyataan cinta dari Lebanon.
"Saya kira itu karangan bunga belasungkawa," kata Neta dalam pidatonya. "Setelah membaca catatannya, baru saya sadar bunga itu justru dari Gilad sendiri."
Kenangan Keluarga
Keluarga dan teman-teman menggambarkan Harel sebagai sosok yang gigih, rendah hati, dan sangat peduli pada orang lain.
Pesan Terakhir
Adi, saudari perempuan Harel, membacakan percakapan terakhir mereka sebelum Harel berangkat ke medan perang:
- Adi: "Semoga beruntung, sayang. Jangan lakukan hal gegabah. Aku sangat bangga padamu."
- Harel: "Terima kasih, jangan khawatir."
- Adi: "Kau pikir aku tidak khawatir? Hanya kaulah yang selalu kukhawatirkan."
- Harel: "Jangan khawatir, aku tidak akan gegabah."
Kenangan Orangtua
Eitan, ayah Harel, mengenang putranya sebagai pemuda penuh rasa ingin tahu yang bercita-cita bergabung dengan unit elit militer. "Sejak kecil, kau selalu ingin tahu tentang dunia," ujarnya. "Kau ingin mencapai unit terbaik dan mengabdi untuk negara."
Ibundanya, Keren, menambahkan: "Di balik semua kehebatanmu, kau adalah pribadi yang sensitif dan sahabat sejati. Kami mencintaimu apa adanya dan atas jalan yang kau pilih."
Konteks Konflik
Bentrokan di Lebanon selatan terjadi dalam konteks ketegangan yang meningkat antara Israel dan Hizbullah. Rekan-rekan Harel di Unit Pengintai Nahal tidak dapat menghadiri pemakaman karena masih bertugas di wilayah konflik.
Situasi Keamanan
Letnan Kolonel Yehiel Amoyal menyebut Harel sebagai prajurit dengan kepribadian menarik yang selalu ingin menjadi yang terbaik. "Rekan-rekanmu bercerita betapa kau dicintai dan peduli, di samping kerendahan hatimu dan sifatmu yang tenang," katanya.
Upacara pemakaman Harel menutup rangkaian penghormatan untuk empat prajurit yang gugur dalam bentrokan pekan ini. Keluarga berharap pengorbanan mereka tidak sia-sia, sementara negara terus berjuang menghadapi tantangan keamanan di perbatasan utara.