Tren

Prediksi El Nino Sering Berubah, Ini Penjelasan BMKG

Ujang Trisno Ujang Trisno 21 Aug 2026 18:34 19 Views
Prediksi El Nino Sering Berubah, Ini Penjelasan BMKG

Prediksi El Nino Sering Berubah, Ini Penjelasan BMKG

JAVASCORNER.CO.ID, JAKARTA - Prediksi El Nino di Indonesia kerap berubah-ubah, memicu kebingungan publik. Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) buka suara, menjelaskan bahwa kondisi laut dan atmosfer di Indonesia terus berdinamika, sehingga prediksi pun diperbarui secara berkala.

Penyebab Prediksi Sering Fluktuatif

BMKG melalui akun Instagram resminya, Kamis (20/8/2026), menjelaskan bahwa pada periode Maret hingga Mei terdapat istilah spring predictability barrier. Fenomena ini menandakan titik paling labil dalam prediksi El Nino.

Pada fase tersebut, akurasi model iklim sangat rendah, bahkan berisiko salah total. Memasuki pertengahan tahun, akurasi meningkat, sehingga BMKG rutin memantau indeks setiap 10 hari. Data baru yang masuk otomatis menghasilkan prediksi baru.

Pembaruan ini bukan berarti BMKG salah sebelumnya. Contohnya, awal tahun BMKG memprediksi El Nino moderat hingga kuat, karena 70 persen model iklim dunia mengarah ke skala itu, sementara 30 persen lainnya menunjukkan di atas kuat.

Perbedaan prediksi juga terjadi karena tiap lembaga punya metode berbeda. Grafik ECMWF, misalnya, menggunakan pembanding kondisi iklim normal 1981-2010. Karena suhu bumi makin hangat, acuan lama membuat angka prediksi lebih tinggi. BMKG menggabungkan banyak model dunia dengan modelnya sendiri untuk mengantisipasi hal ini.

Indeks Tinggi Bukan Berarti Dampak Parah

Masyarakat perlu memahami bahwa indeks El Nino yang tinggi tidak selalu berdampak lebih parah. Dampak sangat dipengaruhi kondisi lautan Indonesia. Jika lautan tidak terlalu dingin, dampaknya tidak terlalu parah.

Contohnya, El Nino 2015 memiliki indeks lebih tinggi daripada 1997, tetapi dampaknya justru lebih ringan. Keragaman geografis Indonesia juga membuat dampak antarwilayah berbeda. BMKG menegaskan telah memberikan peringatan dini potensi kekeringan sejak awal tahun dan memperbaruinya tiap bulan.

Dinamika Atmosfer Pekan Depan

BMKG merilis prakiraan dinamika atmosfer untuk periode Dasarian II Agustus hingga Dasarian I September 2026. Curah hujan di Indonesia diprakirakan berada pada kategori rendah hingga menengah (0-150 mm per dasarian).

No Kategori Rentang Curah Hujan
1 Rendah 0 - 50 mm/dasarian
2 Menengah 51 - 150 mm/dasarian

Mayoritas wilayah diprediksi berada pada kategori rendah hingga menengah. BMKG mengimbau masyarakat untuk terus memantau informasi terkini dan mempersiapkan diri menghadapi potensi kekeringan.

Dengan pemahaman yang lebih baik, diharapkan publik tidak mudah bingung dengan perubahan prediksi. Tetap pantau informasi resmi dari BMKG untuk langkah antisipasi yang tepat.

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar Arsitektur Web di PT Javas Corner Media | Cyber Security di PT Cyber Security Internasional | Kontributor Riset Data Cyber Indonesia.

▸ TAG TOPIK

#El Nino #prediksi #BMKG #perubahan iklim #Indonesia

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mahasiswa S-2 Unpam Edukasi Keamanan Digital untuk 118 Siswa SMK di Depok

Thumbnail

TASPEN Perkuat Keamanan Digital, Lindungi Data Peserta dengan Sistem Berlapis

Thumbnail

Dudung Sebut Kedaulatan Digital Kini Jadi Penentu Keamanan Nasional

Thumbnail

Privy Terapkan Keamanan Digital Sejak Tahap Awal, Bukan Sekadar Tambalan

Thumbnail

AI Temukan Celah PHP yang Sebabkan Situs Pemerintah Dunia Lumpuh Sementara

Thumbnail

Pengelola Website Diminta Segera Tambal Celah PHP2Shell, Ini Langkahnya

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner