Teknologi

Privy Terapkan Keamanan Digital Sejak Tahap Awal, Bukan Sekadar Tambalan

Ujang Trisno Ujang Trisno 26 Oct 2026 08:34 35 Views
Privy Terapkan Keamanan Digital Sejak Tahap Awal, Bukan Sekadar Tambalan

Privy Terapkan Keamanan Digital Sejak Tahap Awal, Bukan Sekadar Tambalan

Javas Corner - Perusahaan penyelenggara sertifikasi elektronik Privy menegaskan bahwa keamanan tidak cukup diperiksa di akhir pengembangan produk. Keamanan harus dirancang sejak awal melalui pendekatan yang dikenal sebagai security-by-design, yakni integrasi aspek keamanan sejak tahap perancangan hingga pengembangan teknologi dan layanan.

 

Sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik atau PSrE yang berinduk pada Kementerian Komunikasi dan Digital, Privy memiliki tanggung jawab menjaga keabsahan dan keamanan identitas digital serta dokumen elektronik yang diproses melalui layanannya. Vice President Blue Team Privy, Ruslan Haris, menilai keamanan merupakan fondasi utama untuk menjaga kepercayaan pengguna terhadap layanan digital.

 

"Karena itu, keamanan bukan sekadar persoalan teknis, melainkan fondasi utama untuk menjaga kepercayaan pengguna terhadap layanan digital," kata Ruslan kepada Bisnis pada Sabtu (24/10/2026), seperti dikutip dari Bisnis.com.

 

Menurut Ruslan, penerapan security-by-design memungkinkan perusahaan melakukan pemeriksaan keamanan sejak awal sehingga potensi celah dapat diketahui lebih dini dan diperbaiki lebih cepat. Di Privy, keamanan juga tidak hanya menjadi tanggung jawab tim teknologi informasi. Perusahaan melibatkan tim produk, engineering, hingga compliance untuk berkolaborasi sejak tahap awal pengembangan.

 

Privy juga memanfaatkan kecerdasan buatan atau AI untuk mendukung proses verifikasi identitas, mendeteksi aktivitas tidak biasa, serta menganalisis risiko. Namun, Ruslan menegaskan bahwa pemanfaatan teknologi tersebut tetap harus berada dalam kerangka keamanan yang terukur dan sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

 

"Bagi Privy, keamanan bukan penghambat inovasi, melainkan fondasi untuk membangun layanan digital yang tepercaya dan berkelanjutan," kata Ruslan.

 

Tantangan terbesar dalam menerapkan security-by-design adalah menjaga keseimbangan antara kecepatan inovasi, kebutuhan bisnis, dan perlindungan keamanan. Di satu sisi, tim produk dituntut bergerak cepat. Di sisi lain, tim keamanan harus memastikan setiap pengembangan tidak menyisakan celah yang berpotensi membahayakan pengguna.

 

Untuk itu, setiap inovasi di Privy melalui serangkaian proses sebelum digunakan masyarakat. Tahapan tersebut mencakup penilaian risiko sejak tahap perancangan, pemeriksaan keamanan otomatis selama pengembangan, hingga pengujian di lingkungan terpisah sebelum diterapkan pada layanan.

 

Ruslan juga menyoroti bahwa perkembangan teknologi, termasuk AI, menghadirkan peluang besar sekaligus risiko baru seperti penyalahgunaan model dan manipulasi sistem. Karena itu, kemampuan tim terus ditingkatkan. Sebagai PSrE, Privy bekerja di bawah banyak aturan, mulai dari Undang-Undang Pelindungan Data Pribadi, regulasi Komdigi, hingga standar internasional seperti ISO 27001, ISO 27701, dan WebTrust.

 

Menurut Ruslan, berbagai ketentuan tersebut justru membantu perusahaan mengarahkan inovasi agar tetap sejalan dengan prinsip keamanan dan kepatuhan. Ruang eksperimen tetap terbuka, tetapi setiap inovasi yang diterapkan kepada masyarakat harus melalui pengujian keamanan terlebih dahulu.

 

Ruslan menilai investasi keamanan merupakan investasi jangka panjang untuk menjaga kepercayaan pengguna. Dalam bisnis identitas digital dan tanda tangan elektronik, kepercayaan menjadi fondasi utama karena pengguna mengandalkan layanan perusahaan untuk melindungi identitas sekaligus mendukung berbagai proses bisnis.

 

Setidaknya ada tiga manfaat strategis dari investasi keamanan. Pertama, mengelola risiko secara proaktif melalui pemantauan dan evaluasi keamanan berkelanjutan. Kedua, menjaga keberlangsungan layanan melalui kesiapan pemulihan dan mitigasi gangguan. Ketiga, memperkuat kepercayaan pelanggan melalui penerapan standar keamanan dan privasi.

 

Untuk membangun sistem keamanan menyeluruh, Privy mengintegrasikan tata kelola, teknologi, dan kompetensi sumber daya manusia. Dengan begitu, keamanan tidak hanya berfungsi sebagai upaya mitigasi risiko, tetapi juga sebagai fondasi untuk meningkatkan kualitas layanan dan memperluas pemanfaatan identitas digital secara berkelanjutan.

 

#Privy #SecurityByDesign #KeamananDigital #IdentitasDigital #TandaTanganElektronik #PSrE #Komdigi #BeritaTeknologi #CyberSecurity #JavasCorner

Ujang Trisno

// Verified Author

Ujang Trisno

Founder & Technical Director

Pakar Arsitektur Web di PT Javas Corner Media | Cyber Security di PT Cyber Security Internasional | Kontributor Riset Data Cyber Indonesia.

Kotak Diskusi.

Belum ada percakapan. Mulailah diskusi!

Artikel Terbaru Lainnya

Thumbnail

Mahasiswa S-2 Unpam Edukasi Keamanan Digital untuk 118 Siswa SMK di Depok

Thumbnail

TASPEN Perkuat Keamanan Digital, Lindungi Data Peserta dengan Sistem Berlapis

Thumbnail

Dudung Sebut Kedaulatan Digital Kini Jadi Penentu Keamanan Nasional

Thumbnail

AI Temukan Celah PHP yang Sebabkan Situs Pemerintah Dunia Lumpuh Sementara

Thumbnail

Pengelola Website Diminta Segera Tambal Celah PHP2Shell, Ini Langkahnya

Thumbnail

PHP2Shell Ancam Keamanan Website Global, Cloudflare Deteksi Upaya Serangan

Telah Dipercaya & Bekerja Sama Dengan

Kominfo Partner Partner Partner Partner Tripay Partner Interactive Partner Partner