Sebuah video yang menunjukkan adanya ulat dalam puding stroberi dari paket program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kota Malang, Jawa Timur, viral di media sosial. Video ini direkam oleh orang tua siswa SDN Tunjungsekar 3 pada Selasa, 5 Maret 2026, dan langsung memicu kekhawatiran publik tentang keamanan pangan dalam program pemerintah ini.
Kejadian ini terjadi di SDN Tunjungsekar 3 Kota Malang, di mana siswa menerima paket makanan bergizi gratis sebagai bagian dari program MBG. Puding stroberi yang bermasalah tersebut dibagikan kepada siswa pada Selasa lalu, dan temuan ulat di dalamnya dilaporkan oleh beberapa siswa kepada pihak sekolah.
Kronologi Kejadian
Video yang viral tersebut direkam oleh orang tua salah satu siswa yang memperlihatkan ulat hidup bergerak di dalam puding stroberi. Orang tua tersebut mengunggah video ke media sosial, yang kemudian dengan cepat menyebar dan menjadi perbincangan hangat.
Respons Cepat Pihak Sekolah
Menyadari seriusnya masalah ini, pihak SDN Tunjungsekar 3 segera mengambil tindakan. Mereka mengumpulkan kembali semua puding stroberi yang telah dibagikan kepada siswa untuk mencegah konsumsi lebih lanjut. Sekolah kemudian mengembalikan menu yang bermasalah tersebut kepada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sebagai penyedia makanan dalam program MBG.
Penyebab dan Tanggapan
Berdasarkan investigasi awal, ulat yang ditemukan diduga berasal dari bahan stroberi yang digunakan dalam pembuatan puding. Pihak sekolah menyatakan bahwa ini merupakan pertama kalinya terjadi masalah pada menu MBG sejak program tersebut mulai diterapkan di sekolah mereka pada September 2025.
Permohonan Maaf dari Penyedia
SPPG Tlogowaru 2, yang menaungi sejumlah sekolah di wilayah Tunjungsekar, telah menyampaikan permohonan maaf atas kelalaian yang terjadi. Mereka menindaklanjuti laporan ini dan berjanji melakukan evaluasi menyeluruh terhadap proses pengadaan dan penyiapan makanan.
Kejadian serupa juga dilaporkan terjadi di beberapa sekolah lain yang berada di bawah layanan SPPG yang sama. Hal ini menunjukkan bahwa masalah mungkin tidak terisolasi hanya di satu sekolah saja, sehingga memerlukan penanganan yang lebih komprehensif.
Dampak dan Evaluasi Program
Insiden ini menyoroti pentingnya pengawasan ketat dalam program Makan Bergizi Gratis yang ditujukan untuk siswa sekolah. Meskipun program MBG bertujuan baik untuk meningkatkan gizi anak-anak, kejadian seperti ini dapat merusak kepercayaan masyarakat terhadap implementasinya.
Pihak sekolah memastikan bahwa semua puding yang bermasalah telah ditarik dari para siswa. Mereka juga berkomitmen untuk bekerja sama dengan SPPG dalam meningkatkan kualitas kontrol makanan untuk mencegah terulangnya kejadian serupa di masa depan.
Program Makan Bergizi Gratis yang bermasalah ini menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak terkait. Pentingnya standar keamanan pangan yang ketat dalam program pemerintah harus menjadi prioritas utama untuk melindungi kesehatan generasi muda Indonesia.